Home / Nasional / Pemerintah

Selasa, 3 Desember 2024 - 11:47 WIB

Menkum Supratman Apresiasi Kinerja Kanwil Kemenkumham Aceh

Farid Ismullah

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas saat Acara Penutupan Tahun Tematik Indikasi Geografis dan Pencanangan Tahun Hak Cipta dan Desain Industri di Hotel Shangri-La , Jakarta, Senin (2/11/2024). (Foto : Kemenkum).

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas saat Acara Penutupan Tahun Tematik Indikasi Geografis dan Pencanangan Tahun Hak Cipta dan Desain Industri di Hotel Shangri-La , Jakarta, Senin (2/11/2024). (Foto : Kemenkum).

Jakarta – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas secara terang-terangan memuji Kopi Arabika Gayo pada acara Penutupan Tahun Tematik Indikasi Geografis dan Pencanangan Tahun Hak Cipta dan Desain Industri di Hotel Shangri-La, Senin.

“Pada pentas kejuaraan kopi antar negara, Kopi Gayo Aceh selalu dalam peringkat yang luar biasa, sehingga menjadi produk ekspor kita yang mempunyai nama besar di luar,” Kata Supratman, 2 Desember 2024.

Supratman mengatakan, Tahun Tematik Indikasi Geografis (IG) 2024 telah menjadi momentum penting dalam upaya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk meningkatkan kesadaran dan pelindungan terhadap produk-produk unggulan Indonesia yang memiliki ciri khas dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Pacu Penyediaan Lahan eks Kombatan GAM

“Tahun ini, kita dapat melihat bahwa semakin banyak produk-produk daerah dengan lokasi geografis mendapat pengakuan global. Kopi Arabika Gayo, Garam Amed Bali, dan Lada Putih Muntok telah terdaftar langsung di Uni Eropa. Ini sebagai bukti nyata bahwa kekayaan budaya dan alam Indonesia memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian bangsa,” ungkapnya.

Seluruh upaya untuk meningkatkan permohonan IG ini berhasil mencatatkan sebanyak 55 permohonan produk IG baru di tahun 2024. Jumlah ini telah meningkat 324% atau lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni 17 permohonan. Kini, ada 182 produk IG yang terdaftar di Indonesia, 167 dari dalam negeri dan 15 dari luar negeri.

Baca Juga :  Kemlu: WNA Pengungsi Tak Kebal Hukum 

Pemerintah tengah mendorong hilirisasi produk pertanian untuk enam strategi komoditas, yakni kelapa sawit, kelapa, lada, kakao, kopi, dan cengkeh agar bernilai tambah lebih tinggi.

“Selanjutnya, kami akan melakukan soft launching Peta Jalan Indikasi Geografis Nasional 2025–2029 yang disusun sebagai panduan strategi berkelanjutan untuk menjaga, melestarikan, memastikan bahwa pengelolaan dan pengembangan IG,” terang Supratman.

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman disela acara menyampaikan bahwa ia selalu mendorong daerah-daerah di Aceh untuk menginventarisir indikasi geografis yang potensial.

Baca Juga :  Alasan Harga MinyaKita Dinaikkan

“Ya, kami terus mendorong daerah untuk melakukan hal tersebut, mendaftarkan indikasi geografis daerahnya,” kata Meurah.

Selain itu, tak hanya IG, per 30 November 2024, DJKI juga berhasil membukukan peningkatan penerimaan izin, yaitu untuk hak cipta sebanyak 151.197 permohonan; desain industri sebanyak 6.769 permohonan; nilai sebanyak 130.253 permohonan; paten sebanyak 13.614 permohonan; kekayaan intelektual komunal sebanyak 890 permohonan; Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu sebanyak 9; Rahasia Dagang sebanyak 35.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar: Jika IPDN Dibangun, Kota Jantho Akan Cepat Berkembang

Lhokseumawe

Bazar Ramadhan 2026 Lhokseumawe Resmi Digelar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya Buka Acara

Aceh Besar

220 Surat Suara Sisa dan Rusak Dimusnahkan di Aceh Besar

Nasional

Bagikan Dividen Rp372,5 Miliar, Solusi Bangun Indonesia Buktikan Resiliensi di Tengah Tantangan Industri

Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya Wisuda 177 Lansia, Tegaskan Pendidikan Tak Dibatasi Usia

Aceh Besar

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Buka Raker RAPI: Perkuat Sinergi dan Tingkatkan SDM

Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus KABY Yogyakarta

Hukrim

JAMPidum Setujui Restorative Justice Penyalahguna Narkotika