Aceh Barat Daya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, menjadi sorotan setelah menu yang dibagikan kepada siswa diduga mengandung ulat.
Dugaan tersebut muncul setelah seorang siswa menemukan ulat kecil pada makanan yang diterimanya.
Temuan itu kemudian divideokan dan menyebar di kalangan wali murid hingga viral di media sosial, memicu keresahan dan kekhawatiran orang tua.
Kepala SPPG MBG Dapur Alue Pade, Rauzatul Jannah, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran laporan yang beredar.
“Saya sudah turun langsung ke lapangan dan meminta maaf kepada pihak sekolah. Saya yakin ulat tersebut berasal dari buah salak,” ujar Rauzatul.
Ia menjelaskan bahwa pada daftar menu awal, buah yang seharusnya disajikan adalah semangka. Namun karena keterbatasan stok, pihak dapur mengganti menu buah dengan salak.
“Sebelumnya kami juga pernah memakai buah salak dan pernah ditemukan ulat dengan bentuk yang sama. Buah salak sering busuk di bagian tengah tanpa terlihat dari luar,” jelasnya.
Terkait dugaan ulat ditemukan pada lauk ikan atau daging, Rauzatul menduga ulat berpindah karena aroma makanan.
“Ikan bau hanyir, sehingga memungkinkan ulat berpindah saat ompreng ditutup. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pengawasan lebih ketat,” tambahnya.
Sementara itu, Pengelola Dapur MBG Alue Pade, Rusli Yahya juga membenarkan temuan ulat tersebut. Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, ulat tersebut berasal dari buah salah.
“Untuk kepastiannya hubungi saja kepala SPPGnya,” singkat Rusli Yahya.
Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Santri Bela Negara (SBN), Tengku T. Misbar as Salmani, menilai peristiwa ini sebagai kelalaian serius.
“Jika benar menu MBG berulat, ini kelalaian serius. Program yang menyasar anak-anak tidak boleh mengabaikan standar keamanan pangan,” tegasnya.
Ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi serta memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan MBG.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia makanan MBG masih melakukan evaluasi internal.
Orang tua murid berharap kejadian serupa tidak terulang dan pengawasan program MBG dapat diperketat demi keselamatan siswa.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









