Meulaboh – Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Wistha Nowar, secara resmi membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Panton Reu dan Sungai Mas. Kegiatan tersebut berlangsung di aula kecamatan setempat, Selasa (3/2/2026).
Pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Panton Reu turut dirangkai dengan pameran dan bazar UMKM serta Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Beragam produk ditampilkan, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan hingga hasil peternakan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wistha Nowar menegaskan bahwa perencanaan pembangunan di tingkat gampong dan kecamatan harus selaras dengan visi pembangunan Bupati Aceh Barat, khususnya dalam mendukung 100 program utama yang telah ditetapkan.
Ia menyampaikan, Bupati Aceh Barat menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu produk unggulan yang menjadi ciri khas daerah.
“Bapak Bupati telah merancang konsep agar setiap kecamatan memiliki satu produk unggulan. Seperti di Kecamatan Arongan Lambalek dengan komoditas kelapa, serta Kecamatan Woyla Barat dengan air nira,” ujar Wistha.
Selain itu, Wistha juga mengingatkan para keuchik agar menjalankan pakta integritas yang telah ditandatangani di Masjid Agung Baitul Makmur, termasuk dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
“Dibaca dan dipahami dengan baik, lalu didiskusikan di tingkat gampong. Libatkan semua tokoh masyarakat untuk menentukan siapa warga miskin yang benar-benar perlu dibantu,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap isu stunting, judi online, narkoba, serta penguatan shalat berjamaah, sebagaimana yang telah dideklarasikan saat kegiatan berkantor sehari di Gampong Ujong Raja, Kecamatan Panton Reu.
Menurut Wistha, kunci utama keberhasilan pembangunan adalah data yang akurat di tingkat gampong.
“Pembangunan tidak akan sulit jika kita fokus dan memulai dari data. Data kemiskinan, potensi lahan, potensi ternak, semuanya harus didata dengan baik di masing-masing gampong,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK










