Home / News / Parlementaria

Jumat, 7 November 2025 - 16:57 WIB

OJK : Waspada Modus Penipuan Jelang Akhir Tahun, Tiket Murah Jadi Umpan Favorit

mm Redaksi

Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK bersama Awak Media, Jumat (07/11/2025). Foto : Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK bersama Awak Media, Jumat (07/11/2025). Foto : Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang marak menjelang akhir tahun, terutama yang memanfaatkan transaksi daring seperti pembelian tiket, belanja online, hingga penawaran investasi bodong, Jumat (07/11/2025).

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi  , menjelaskan bahwa menjelang musim liburan, aktivitas belanja online meningkat tajam dan sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.

“Biasanya di akhir tahun banyak masyarakat tergiur promo tiket murah atau harga barang yang terlalu rendah. Sayangnya, justru banyak yang tertipu dengan modus seperti ini,” ujar Friderica.

Baca Juga :  Dorong Riset Internasional, UNDIRA Kolab dengan Universiti Malaysia

Friderica mengungkapkan, berdasarkan data Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), jumlah pengaduan konsumen terhadap penipuan digital masih tinggi. Hingga saat ini, tercatat 629,2 laporan pengaduan eksternal, dengan sekitar  10% di antaranya telah ditindaklanjuti langsung oleh OJK melalui sidang pemeriksaan untuk menentukan adanya pelanggaran oleh pelaku jasa keuangan atau oknum penipu.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Bertemu Ketua MPR RI Bahas Pembangunan Aceh

Selain modus tiket murah, OJK juga mencatat lebih dari 58,7 juta pelanggaran terkait transaksi online palsu dengan nilai kerugian yang mencapai Rp1 miliar. Modus yang kerap digunakan meliputi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan jasa keuangan, pajak, BPJS, hingga lembaga pemerintah lainnya.

“Masyarakat harus hati-hati terhadap pihak yang mengaku dari lembaga resmi. Pastikan selalu memeriksa sumber informasi dan jangan mudah tergiur tawaran dengan iming-iming keuntungan besar,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala DPMPTSP Aceh Pimpin Donor untuk Penuhi Kebutuhan Darah Aceh

Friderica menekankan pentingnya gerak cepat masyarakat ketika menyadari telah menjadi korban, karena semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar kemungkinan dana bisa diselamatkan.

“Kalau masyarakat bertindak cepat, ada kasus yang bisa diselamatkan sebagian dananya. Tapi kalau sudah terlambat, pergerakan dana sangat cepat, dan sulit untuk dikembalikan,” katanya.

OJK pun meminta media dan publik untuk turut membantu menyebarkan informasi dan edukasi agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam penipuan digital yang semakin canggih.

Editor: Amiruddin. MKReporter:

Share :

Baca Juga

Daerah

Mahasiswa PTS Banda Aceh-Aceh Besar Bagikan 200 Takjil per Kampus, Wujud Solidaritas di Bulan Ramadhan

Aceh Barat Daya

Om Zul Desak Pemkab Tuntaskan Konflik Tapal Batas Gampong

Parlementaria

DPRA Bersikap Segera Proses PAW, Nasip Samsul Bahri dan Fahlevi akan Diputuskan

News

DPRA Fraksi Nasdem Soroti Kualitas Pendidikan di Aceh

Parlementaria

Ketua DPRK Banda Aceh Terima Audiensi Pengurus NU, Bahas Sinergi Dakwah dan Penegakan Syariat

Nasional

Bakamla RI Tegaskan Peran Garda Terdepan Keamanan Laut pada HUT ke-20

Parlementaria

DPRA Gandeng KPK Perkuat Pengawasan Anggaran dan Cegah Korupsi di Aceh

Parlementaria

KIP Aceh Besar Tetapkan Pasangan Syech Muharram-Syukri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dari Jalur Independen