Aceh Barat Daya – Pengusaha Aceh mulai menggerakkan kembali penguatan jaringan Saudagar Aceh.
Salah satu langkah tersebut melalui roadshow ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Dalam rangkaian roadshow tersebut, Ketua Harian Saudagar Aceh H. Firmandez bersama Penasehat Saudagar Aceh Prof. Humam Hamid menyambangi sejumlah saudagar di Kabupaten Abdya, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan itu sekaligus membawa semangat untuk memperkuat jaringan pengusaha serta mendorong kebangkitan ekonomi Aceh dari daerah.
Selain itu, roadshow tersebut menjadi momentum bagi pengurus baru Saudagar Aceh untuk memperkenalkan kepengurusan.
Sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha di tingkat kabupaten.
Dalam kesempatan itu, rombongan Saudagar Aceh mendapat sambutan langsung dari Mediator Saudagar Abdya Elizar Lizam.
Adoen, sapaan akrabnya bersama sejumlah pengusaha lainnya menyambut kedatangan rombangan Saudagar Aceh.
Pertemuan berlangsung di salah satu warung di Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya.
Pada pertemuan tersebut, Firmandez dan Prof. Humam Hamid memperkenalkan arah gerakan serta kepengurusan baru Saudagar Aceh kepada para pengusaha yang hadir.
Tidak hanya itu, forum tersebut juga menjadi ruang untuk mendengar secara langsung kondisi dunia usaha di Abdya.
Dengan demikian, komunikasi antara jaringan saudagar di daerah dan Saudagar Aceh dapat terus diperkuat.
Di sisi lain, penguatan jaringan saudagar menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas antarpelaku usaha.
Melalui jaringan tersebut, para pengusaha dapat saling mengenalkan potensi daerah, membuka peluang kerja sama, serta memperluas akses usaha.
Sementara itu, gerakan Saudagar Aceh kembali mendapat perhatian setelah sejumlah tokoh dan pengusaha Aceh mendorong penguatan kembali jaringan saudagar sebagai sebuah wadah bersama.
Ke depan, wadah tersebut diharapkan mampu mempertemukan pengusaha, diaspora, investor, akademisi, serta berbagai unsur lainnya.
Dengan begitu, jaringan saudagar tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat koneksi ekonomi Aceh.
Lebih jauh, gagasan tersebut tidak sekadar menempatkan saudagar sebagai pelaku bisnis.
Sebaliknya, jaringan ini harapannya mampu membuka ruang investasi, memperluas koneksi usaha, sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan ekonomi Aceh.
Karena itu, roadshow ke Abdya menjadi salah satu langkah untuk memperluas komunikasi hingga ke daerah.
Melalui pertemuan tersebut, para saudagar Abdya juga mendapat ruang untuk menyampaikan berbagai potensi, persoalan, serta peluang pengembangan usaha yang mereka hadapi di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Mediator Saudagar Abdya Elizar Lizam atau Adoen menyambut baik kehadiran pengurus baru Saudagar Aceh.
Menurut Adoen, keberadaan jaringan Saudagar Aceh dapat membuka peluang lebih luas bagi daerah untuk memperkenalkan potensi ekonomi yang selama ini berkembang di Abdya.
“Melalui wadah Saudagar Aceh ini kita bisa memberitahukan berbagai potensi di daerah kita, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, perikanan hingga usaha mikro dan sektor ekonomi lainnya,” kata Adoen.
Karena itu, ia mengajak para pengusaha di Abdya untuk mengambil bagian dalam wadah tersebut.
Menurutnya, semakin banyak pengusaha daerah yang terhubung dalam jaringan Saudagar Aceh, semakin terbuka pula ruang untuk membangun kerja sama dan memperkenalkan potensi ekonomi Abdya ke jaringan yang lebih luas.
Selain itu, Adoen meminta komitmen para pengusaha Abdya agar ikut menjadi bagian dari Saudagar Aceh.
“Sekali lagi saya tegaskan, inilah wadah yang harus menjadi prioritas kita dalam menjalankan usaha kita yang bisa bermanfaat bagi daerah,” pungkas Adoen.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










