Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mempercepat pembangunan hunian sementara guna menargetkan pengungsi keluar dari tenda dan dipindahkan ke hunian sementara sebelum bulan suci Ramadhan.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan hingga saat ini, sebanyak 215 unit hunian sementara selesai dibangun dan siap dihuni masyarakat terdampak bencana.
“Sedangkan unit hunian sementara lainnya sedang dibangun di delapan kecamatan terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Targetnya, pembangunan hunian sementara tersebut rampung dan pengungsi dapat keluar tenda sebelum Ramadhan,” katanya, Selasa (20/1).
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi ketika mendampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau pembangunan hunian sementara di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Bupati mengatakan pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana melalui percepatan pembangunan dan penyerahan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemulihan yang terencana, terukur, dan berkeadilan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang akhir November 2025,” katanya.
Ia menegaskan penyediaan hunian sementara guna memastikan masyarakat terdampak bencana segera keluar dari kondisi pengungsian yang tidak layak, seperti tenda, aula pertemuan, sekolah, dan tempat ibadah.
Hunian sementara merupakan tempat tinggal yang lebih aman dan manusiawi sambil menunggu pembangunan hunian tetap, kata Sibral Malasyi menjelaskan.
“Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana,” katanya.
Menurut Sibral Malasyi, keberadaan hunian sementara memberikan manfaat nyata bagi korban bencana, di antaranya meningkatkan keamanan dan kesehatan dibandingkan tinggal di tenda.
Serta memberikan ruang hidup yang lebih layak bagi keluarga, memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas pascabencana. Dan menata kehidupan sosial, ekonomi, serta menjadi solusi transisi yang jelas menuju hunian tetap.
“Kami menegaskan seluruh proses pemulihan pascabencana akan terus dikawal secara transparan dan sesuai aturan, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Bersama kita bangkit, bersama kita pulih,” kata Sibral Malasyi.
Editor: Amiruddin. MK








