Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie mulai merancang penguatan sektor pendidikan tinggi dan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Salah satu agenda besar yang disiapkan ialah menjadikan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pidie dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh di ruang kerja Bupati Pidie, Kamis, 21 Mei 2026. Penandatanganan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, bersama jajaran pemerintah daerah dan pimpinan kampus.
Kerja sama yang tertuang dalam Nomor 400.3/05/MOU/2026 dan Nomor 932/Un.08/R/HM.01/4/2026 itu mencakup pelaksanaan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan.
Namun, di balik seremoni penandatanganan, terdapat agenda strategis yang lebih besar. Pemerintah Kabupaten Pidie bersama UIN Ar-Raniry menitikberatkan kerja sama pada dua hal utama: pendampingan proses penegerian PTI Al-Hilal Sigli serta penguatan komitmen menjadikan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebagai rumah sakit pendidikan.
Sekda Pidie menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurut dia, sinergi itu diharapkan melahirkan program-program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, sehingga dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Samsul Azhar.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengatakan proses pembukaan Fakultas Kedokteran di kampus tersebut telah berlangsung hampir dua tahun. Tahapan yang dilalui mencakup penyusunan dokumen, asesmen lapangan, hingga pemenuhan izin dari kementerian terkait.
Menurut Mujiburrahman, izin dari Kementerian Kesehatan telah diperoleh dan kini tinggal menunggu proses lanjutan di kementerian pendidikan tinggi. Bila berjalan sesuai rencana, penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri ditargetkan dimulai pada September mendatang.
“InsyaAllah apabila seluruh proses berjalan lancar, awal September nanti sudah dapat membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri,” ujarnya.
UIN Ar-Raniry memilih RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebagai mitra pendidikan profesi kedokteran karena dinilai memenuhi sejumlah persyaratan, mulai fasilitas layanan kesehatan hingga aksesibilitas.
Dalam skema yang disiapkan, pendidikan akademik mahasiswa kedokteran berlangsung di Banda Aceh, sementara pendidikan profesi dan praktik klinik (koas) dijalankan di Sigli.
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, drg. Mohd Riza Faisal, mengatakan rumah sakit mulai menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk ruang diskusi dan sarana pendidikan klinik untuk mahasiswa profesi dokter.
Menurut dia, keberadaan mahasiswa koas di Pidie nantinya tidak hanya berdampak pada penguatan layanan kesehatan, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kehadiran mahasiswa koas nantinya tidak hanya membantu pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat eksistensi rumah sakit sebagai pusat layanan dan pendidikan kesehatan,” katanya.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Pemerintah Kabupaten Pidie untuk membuktikan ambisi pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan tinggi dan kesehatan. Bila berjalan sesuai rencana, Sigli tak hanya menjadi pusat layanan kesehatan regional, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan dokter di Aceh.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita











