Home / Aceh Besar

Kamis, 2 April 2026 - 14:37 WIB

Penolakan Pengukuhan Imam Chik Masjid Abu Indrapuri Menguat, Warga Nilai Abaikan Musyawarah

mm Redaksi

Papan bunga di lokasi pengukuhan Zulfa Saputra sebagai Imam Chik Masjid Abu Indrapuri. Foto: Dok. Istimewa

Papan bunga di lokasi pengukuhan Zulfa Saputra sebagai Imam Chik Masjid Abu Indrapuri. Foto: Dok. Istimewa

Aceh Besar – Gelombang penolakan datang dari masyarakat Kecamatan Indrapuri bersama jamaah tetap Masjid Abu Indrapuri terkait rencana pengukuhan Zulfa Saputra sebagai Imam Chik. Penunjukan tersebut dipersoalkan karena dinilai tidak melalui mekanisme musyawarah yang selama ini menjadi tradisi dalam penentuan imam masjid.

Perwakilan masyarakat menyebutkan, pengangkatan Zulfa Saputra bukan merupakan hasil kesepakatan jamaah maupun tokoh masyarakat. Mereka menilai keputusan tersebut justru didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati yang dianggap diterbitkan secara sepihak dan mengabaikan aspirasi warga.

Sebelumnya, masyarakat bersama pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), tokoh gampong, serta jamaah tetap telah menggelar dua kali rapat resmi untuk menentukan Imam Chik Masjid Abu Indrapuri. Dari forum tersebut, telah dihasilkan keputusan bersama mengenai sosok imam yang diusulkan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Hingga Hari Ini Progres Kopdes MP di Aceh Besar Capai 62 Persen

“Keputusan masyarakat sudah jelas melalui dua kali musyawarah. Namun hasil itu justru diabaikan dan digantikan melalui SK yang tidak mencerminkan aspirasi jamaah,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.

Polemik semakin memanas setelah beredarnya undangan kegiatan pengukuhan yang mengatasnamakan masjid. Pengurus BKM Masjid Abu Indrapuri menegaskan bahwa undangan tersebut bukan berasal dari lembaga resmi masjid.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Terdampak Kebakaran di Darul Imarah 

Sekretaris BKM Masjid Abu Indrapuri, Hendra Saputra, menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan undangan tersebut.

“Kami tegaskan, BKM tidak pernah membuat ataupun mengeluarkan undangan dimaksud. Ada indikasi pemalsuan yang mencatut nama BKM,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga menilai rencana pengukuhan tersebut terkesan dipaksakan. Pasalnya, dalam praktik selama ini, jabatan Imam Chik tidak pernah melalui prosesi pelantikan formal karena bukan bagian dari struktur pemerintahan.

“Selama ini imam ditetapkan berdasarkan kepercayaan jamaah tanpa pelantikan. Ini amanah umat, bukan jabatan struktural,” ungkap tokoh jamaah.

Baca Juga :  Pj Bupati Bersama Forkopimda Aceh Besar Pantau Persiapan Logistik Pilkada

Sorotan lain muncul terkait surat undangan yang ditandatangani oleh Zulfa Saputra sendiri, yang juga merupakan pihak yang akan dikukuhkan. Hal ini dinilai janggal oleh masyarakat.

“Ini menjadi janggal karena yang mengundang adalah orang yang sama dengan yang akan dilantik,” tambah perwakilan jamaah.

Atas berbagai persoalan tersebut, masyarakat dan jamaah Masjid Abu Indrapuri meminta pemerintah daerah menghormati hasil musyawarah serta tidak melakukan intervensi dalam urusan keagamaan yang selama ini diselesaikan melalui adat dan mufakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Zainun Razali Dilantik Sebagai Keuchik Gampong Lubok Batee Periode 2023-2029

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Ir Makmun Buka Sosialisasi Hukum dan Lembaga Adat Mukim se Aceh Besar

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tinjau Progres Pembangunan Jalan Menuju Venue PON Paralayang

Aceh Besar

Ir. Yusmadi Resmi Ditunjuk sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar

Aceh Besar

Pemukulan Boh Likok Tandai Pembukaan Piasan Aceh Rayeuk 2023

Aceh Besar

HT Ibrahim Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Aceh Besar, Warga dan Tokoh Hadir Bersilaturahmi

Aceh Besar

Dari Sekolah untuk Laut; Langkah Kecil Siswa SMA 1 Lhoknga Lepas 79 Tukik Penyu Aceh

Aceh Besar

Tekan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Kembali Gelar Pasar Khusus di Montasik