Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai proses pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan harus diberikan ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi, tidak hanya sebagai penerima manfaat program pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Illiza mengatakan berbagai agenda pembangunan yang saat ini dihadapi pemerintah, mulai dari upaya menurunkan angka kemiskinan, menghadapi tantangan perubahan iklim, hingga mempersiapkan generasi unggul di masa depan, membutuhkan kontribusi aktif perempuan.
Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan menjadi langkah penting agar mereka mampu mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah. Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Ketika kita berbicara tentang menurunkan angka kemiskinan, bagaimana menghadapi isu perubahan iklim, dan bagaimana menyiapkan generasi yang unggul serta berkualitas, maka memperkuat solidaritas dan kapasitas perempuan menjadi hal yang penting. Semua itu harus dibangun melalui kolaborasi,” kata Illiza.

Ia menilai perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.
Menurut Illiza, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam proses pembangunan, semakin besar pula peluang untuk menciptakan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Perempuan perlu diberdayakan sebagai penggerak perubahan. Dengan kolaborasi yang dibangun secara luas, berbagai rintangan dan tantangan dapat kita ubah menjadi peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Illiza menyatakan akan terus mendorong pendekatan pembangunan yang inklusif dan responsif gender di Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan agar perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam berbagai proses pembangunan.
Ia menegaskan keterlibatan perempuan harus dimulai sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Insya Allah saya berkomitmen untuk mendorong perempuan sebagai motor penggerak dalam kolaborasi dan pembangunan Kota Banda Aceh melalui pendekatan yang inklusif dan responsif gender. Perempuan harus hadir, berdaya, dan terlibat sejak perencanaan hingga pelaksanaan,” kata Illiza.
Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan Kota Banda Aceh yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK














