Home / Nasional

Minggu, 1 November 2026 - 10:50 WIB

Safrizal ZA Raih Penghargaan Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne

mm Redaksi

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kaposko Wilayah Satgas PRR, Dr. Safrizal ZA, M.Si., menerima penghargaan Inovasi Membangun Negeri kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Humas PRR Wilayah Aceh

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kaposko Wilayah Satgas PRR, Dr. Safrizal ZA, M.Si., menerima penghargaan Inovasi Membangun Negeri kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis dari tvOne, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Humas PRR Wilayah Aceh

Jakarta – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus Kepala Pos Komando (Kaposko) Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Dr. Safrizal ZA, M.Si., meraih penghargaan Inovasi Membangun Negeri dari tvOne.

Safrizal menerima penghargaan dalam kategori Innovative Public Official Leader dengan predikat Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang disiarkan secara langsung oleh tvOne, Sabtu (31/10/2026).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan kontribusi Safrizal dalam membangun koordinasi lintas sektor, memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di Aceh.

Dalam kapasitasnya sebagai Kaposko Wilayah Satgas PRR, Safrizal dinilai berperan dalam menggerakkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri hingga elemen masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Banda Aceh Raih National Governance Award 2026, Unggul di Sektor Kesehatan

Safrizal mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan bentuk pengakuan terhadap kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh pihak yang telah bekerja bersama, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan relawan. Dalam situasi kritis, tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Safrizal.

Baca Juga :  Menkopolkam Apresiasi Kualitas Dan Gizi Makanan kepada Para Murid

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan pascabencana bukan hanya menyangkut ketersediaan sumber daya, tetapi juga kemampuan menyatukan langkah, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

“Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi di atas kertas, tetapi keputusan yang cepat, kerja yang terintegrasi, dan hasil yang benar-benar dirasakan. Kepemimpinan dalam masa kritis adalah kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Melalui Satgas PRR, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, terutama dalam sinkronisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, identifikasi kebutuhan prioritas daerah, penyelesaian berbagai hambatan pelaksanaan, hingga percepatan realisasi dukungan pendanaan bagi wilayah terdampak.

Baca Juga :  Dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook Rp 9,9 triliun, Kejagung Panggil Nadiem Senin 23 Juni

Safrizal juga menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak semata-mata diukur dari pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan harus mampu mengembalikan kualitas pelayanan publik, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memulihkan kehidupan sosial masyarakat.

Penghargaan Inovasi Membangun Negeri dari tvOne tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kepemimpinan kolaboratif dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama menghadapi situasi krisis yang membutuhkan kecepatan, sinergi, dan komitmen berkelanjutan.

Bagi Aceh, penguatan koordinasi dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. [*]

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Menlu RI: Gedung Pancasila, Saksi Sejarah Diplomasi Indonesia

Nasional

Aksi Mulia Polisi Bantu Ibu-Anak yang Kehabisan Tiket Bus Mudik

Nasional

Anugrah Adinata Syariah 2023, Pemerintah Aceh Sukses Raih Peringkat Pertama Katagori Keuangan Syariah

Nasional

DPR Beberkan Sejumlah Bukti Kemenag Langgar Aturan Haji

Nasional

SPPG Polri di Pejaten Bagikan 3.417 Porsi MBG ke Anak-anak di Jaksel

Daerah

Kemenko Polkam Kirim Bantuan 20 Unit Mobil Penjernih Air pada Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

Ekbis

Alasan Harga MinyaKita Dinaikkan

Nasional

Kapolri: Ada 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan