Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Human Initiative di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin (9/2/2026). Pertemuan tersebut membahas laporan kolaborasi penanganan banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh serta rencana program pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan itu, M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Human Initiative yang sejak awal aktif berkontribusi dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Ia menyebutkan, saat ini Aceh telah memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, meski sejumlah klaster penanganan masih menjadi perhatian.
Menurut Sekda, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembersihan wilayah terdampak, tidak hanya akses jalan, tetapi juga fasilitas umum, lingkungan permukiman, hingga rumah warga.
Ia juga mendorong penerapan program cash for work dalam proses pembersihan tersebut. Skema ini dinilai tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat terdampak yang mengalami penurunan pendapatan.
“Beberapa wilayah terdampak mengalami kemerosotan ekonomi. Cash for work akan sangat membantu, apalagi kita akan segera memasuki bulan Ramadan yang sangat sakral bagi masyarakat Aceh,” ujar M. Nasir.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Human Initiative, Achmad Zaki, memaparkan laporan penanganan bencana yang telah dilakukan serta rencana program pemulihan di 11 titik terdampak di tiga provinsi, dengan enam titik berada di Aceh.
Program pemulihan tersebut difokuskan pada perbaikan fasilitas umum, pembangunan hunian sementara, pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam audiensi itu, Human Initiative juga menyerahkan bantuan tiga unit alat kesehatan USG portabel (VSCAN Air) guna mendukung layanan kesehatan di Aceh.
“Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah agar program yang direncanakan dapat berjalan lancar,” ujar Achmad Zaki.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, turut mengusulkan penguatan kolaborasi melalui Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah terpencil Aceh yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena jarak yang cukup jauh.
“Konsep PKB adalah membawa pelayanan kesehatan langsung ke rumah masyarakat. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Human Initiative agar layanan kesehatan semakin menjangkau dan maksimal,” ujarnya.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Aceh menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan Aceh menghadapi bencana di masa mendatang.
Editor: Amiruddin. MK













