Lhoksukon – Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi S.I.Kom atau yang akrab disapa Panyang, bergerak cepat meninjau lokasi abrasi kritis yang melanda pesisir Kecamatan Muara Batu. Kunjungan lapangan itu menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara dalam merespons bencana yang telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Berdasarkan data terbaru di lokasi, sebanyak 13 rumah warga hancur akibat tergerus abrasi pantai. Secara keseluruhan, garis pantai yang terdampak parah mencapai sekitar lima kilometer dan mengancam infrastruktur umum serta permukiman di wilayah pesisir.
Rombongan Wakil Bupati turut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR, Perkim, Perikanan dan Kelautan, BPBD, Dinas Sosial, serta mendapat dukungan dari Camat dan Koramil Muara Batu.
Dalam kunjungan itu, Tarmizi langsung memimpin langkah cepat, di antaranya menyalurkan bantuan logistik dan “masak panik” kepada 13 keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal. Ia juga memimpin koordinasi lintas sektor untuk mengintegrasikan data kerusakan dan memastikan langkah tanggap darurat berjalan efektif.
“Kami akan duduk bersama seluruh kepala dinas terkait untuk merumuskan usulan teknis yang komprehensif. Selanjutnya, usulan ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk meminta bantuan penanganan abrasi pantai secara permanen,” ujar Tarmizi di lokasi.
Diketahui, titik abrasi terparah terjadi di Desa Bungkah (10 rumah rusak), Desa Meunasah Drang (2 rumah), dan Desa Meunasah Baroh (1 rumah).
Langkah cepat dan koordinasi lintas sektor yang dipimpin Wakil Bupati Tarmizi menunjukkan komitmen Pemkab Aceh Utara untuk mempercepat pengajuan bantuan ke tingkat provinsi. Pemerintah daerah berharap pembangunan tanggul atau infrastruktur pencegah abrasi dapat segera terealisasi demi melindungi keselamatan dan masa depan masyarakat pesisir Muara Batu.***
Editor: Amir SagitaReporter: Syaiful Anshori









