Home / Aceh Besar / Pemerintah

Rabu, 5 Maret 2025 - 18:27 WIB

Wakil Bupati Aceh Besar Ikuti Peluncuran Indikator MCP KPK Tahun 2025

mm Redaksi

Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri A Jalil didampingi Plt. Sekretaris Daerah Bahrul Jamil S.Sos M.Si mengikuti Peluncuran MCP KPK 2025 secara daring dari Aula Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (05/03/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri A Jalil didampingi Plt. Sekretaris Daerah Bahrul Jamil S.Sos M.Si mengikuti Peluncuran MCP KPK 2025 secara daring dari Aula Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (05/03/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho – Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri A. Jalil didampingi Plt. Sekretaris Daerah Bahrul Jamil S.Sos M.Si, Inspektur Aceh Besar serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah, mengikuti Peluncuran Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK 2025 secara daring dari Aula Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (05/03/2025).

Peluncuran Indikator Monitoring Center for Prevention tersebut dilakukan secara simbolis dengan meniup peluit oleh Pimpinan KPK RI, Deputi Bidang Korsup KPK RI, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, serta Inspektur Jenderal Kemendagri.

Baca Juga :  PC PERGUNU Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Nagan Raya

Pimpinan KPK RI Setyo Budiyanto dalam arahannya menyampaikan bahwa Pencegahan yang paling efektif adalah penindakan. Menurut Budi, pencegahan yang bersifat preventif seringkali dianggap hal yang sepele, oleh karena itu, penindakan merupakan pencegahan yang paling efektif karena bersifat represif.

“Pencegahan itu sering dianggap sebagai hal yang sepele karena sifatnya hanya preventif bukan represif, tapi kalau sudah represif itu kesannya sudah gaungnya kemana-mana,” ujar Setyo.

Baca Juga :  PDAM Tirta Mountala Siap Menyukseskan PON di Aceh Besar 

Pimpinan KPK RI juga menjelaskan bahwa Pencegahan korupsi bukan hanya penegakan hukum tapi menjalar kesegala hal dan berhubungan dengan berbagai pihak.

“Saya berharap MCP ini bukan hanya sebagai center dari monitoring dari prevention, tapi kita juga menjadikan MCP sebagai sebuah monitoring (hubungan fisik), controlling (hubungan administrasi), surveilance (hubungan geografis) dan prevention (8 fokus area),” harap Setyo.

Sementara, Deputi KPK RI Bidang Koordinasi dan Supervisi Didik Agung Widjanarko menyampaikan bahwa capaian MCP Nasional tahun 2024 berada pada angka 76. Dari 8 area intervensi, satu yang paling rendah adalah dari area pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  ASN Jaga Netralitas Pada Pilkada

Penyusunan MCP mempertimbangkan masukan-masukan yang berasal dari MCP 2024 yang lalu, dan melibatkan beberapa kementerian dan lembaga terkait dan akademisi.

“Dari 8 area pencegahan korupsi daerah, dilakukan inventarisasi permasalahan atau kerawanan korupsi pada masing-masing area dengan 16 sasaran, 3 aspek, dan 111 indikator,” tuturnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Wamenhan Ungkap Peran ASN untuk Tangkal Infiltrasi Asing

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Serahkan Bantuan Masa Panik Korban Kebakaran

Aceh Besar

Aksi Humanis Gemantara Ekbang Aceh Besar Salurkan Bantuan Kemensos untuk 26 Warga Aceh Besar

Aceh Barat

Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Aceh Barat Bersihkan Lapangan Teuku Umar

Aceh Besar

Pj Bupati Sambangi Markas PWI Aceh Besar

Aceh Barat

PJ Bupati Aceh Barat Gelar Sinergi Forkopimda untuk Wujudkan Pilkada Kondusif

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Luncurkan Posko Pengaduan DTSEN, Pastikan Data Bansos Tepat Sasaran

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Sembelih 38 Ekor Kerbau untuk Qurban