Home / Aceh Jaya / Pemerintah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Aceh Jaya Bahas Penataan Aset dan Rencana Pemekaran Mukim

mm Redaksi

Para Imum Mukim dan Pj Imum Mukim se-Kabupaten Aceh Jaya bersama jajaran DPMPKB usai mengikuti rapat koordinasi terkait penataan aset dan persiapan pemekaran wilayah mukim, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. DPMPKB Aceh Jaya

Para Imum Mukim dan Pj Imum Mukim se-Kabupaten Aceh Jaya bersama jajaran DPMPKB usai mengikuti rapat koordinasi terkait penataan aset dan persiapan pemekaran wilayah mukim, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. DPMPKB Aceh Jaya

Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPKB) menggelar rapat koordinasi bersama Imum Mukim dan Pj Imum Mukim se-Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa 6 Oktober 2026.

Rapat yang berlangsung di kantor DPMPKB dalam rangka koordinasi pemerintahan mukim tersebut membahas dua agenda utama, yakni penataan aset mukim dan persiapan rencana pemekaran wilayah mukim.

Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial Saputra, mengatakan penataan aset mukim perlu dilakukan secara tertib melalui pendataan yang jelas dan terkoordinasi.

Baca Juga :  Setelah Dibebaskan, Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens diserahkan ke Pemerintah Selandia Baru

Menurutnya, kejelasan mengenai status, keberadaan, serta pengelolaan aset menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan mukim.

“Penataan aset mukim perlu kita lakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi,” kata Dahrial, saat dikonfirmasi awak media Noa.co.id, Rabu (7/10/2026).

Ia menyebutkan, pemerintah ingin memastikan aset yang dimiliki mukim dapat terdata dan tertata dengan baik, sehingga keberadaannya memiliki kejelasan dan nantinya dapat dikelola untuk kepentingan masyarakat.

Selain persoalan aset, rapat tersebut juga membahas persiapan rencana pemekaran wilayah mukim di Aceh Jaya.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Buka Musyawarah Besar HIMAB Ke-14 

Dahrial mengatakan, rencana pemekaran tidak dapat dilakukan secara serta-merta, melainkan membutuhkan kajian dan persiapan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Di antaranya kondisi wilayah, administrasi pemerintahan, jumlah gampong serta kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Pemekaran wilayah bukan hanya soal pembagian wilayah, tetapi bagaimana nantinya dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan mukim,” ujarnya.

Dahrial berharap para Imum Mukim dan Pj Imum Mukim dapat terlibat aktif dalam proses pendataan aset maupun memberikan masukan mengenai kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Gawat! TKD Dipangkas, Gubernur Aceh Khawatir Gaji ASN Tak Terbayar

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintahan mukim menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

“Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dengan para pemangku kepentingan di tingkat mukim, sehingga penataan aset dan persiapan pemekaran wilayah dapat dilaksanakan secara tertib, transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Dahrial.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

DLH Aceh Besar: Volume Sampah Selama Ramadhan Melonjak

Nasional

Hadapi Isu Geopolitik Global, Kemenko Polkam Perkuat FKUB dan Tokoh Agama

Aceh Timur

Kapolres Aceh Timur Bersama Pj. Bupati Pantau Langsung Rapat Pleno PUSS Tingkat Kabupaten di Kantor KIP

Nasional

Hadiri Pembukaan Indo Defence 2024, Menko Polkam Dorong Penguatan Kerjasama Pertahanan

Aceh Barat

APBK 2024 Aceh Barat Disepakati Rp 1,58 T

Daerah

Rehab Makam Tengku Diujung Desa Latak Ayah Diduga Tak Sesuai Harapan Masyarakat

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Peringatan Hari Guru Nasional, PGRI, dan Bela Negara 

Internasional

Pemerintah Pastikan Produk AS Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM