Home / Ekbis

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:49 WIB

Waspada Phishing ‘CoreTax’, Bank Aceh Imbau Nasabah Lindungi Data Pribadi

mm Redaksi

Waspada terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan sistem pajak CoreTax melalui pesan WhatsApp. Foto: Dok. Istimewa

Waspada terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan sistem pajak CoreTax melalui pesan WhatsApp. Foto: Dok. Istimewa

PT Bank Aceh Syariah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh nasabah dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital baru yang mengatasnamakan sistem perpajakan terbaru, CoreTax. Modus ini menggunakan teknik phishing yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan mengakses akun keuangan korban melalui pengiriman berkas berbahaya.

Beberapa waktu terakhir, ditemukan upaya penipuan di mana pelaku mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp yang menyamar sebagai pihak otoritas pajak, seperti KPP Pratama Aceh. Dalam pesan tersebut, pelaku menyertakan file dalam format .APK dengan nama yang memancing kepanikan atau rasa ingin tahu, seperti “SPT Kurang Bayar.apk” atau “Surat Tagihan Pajak.apk”.

Baca Juga :  Tak Hanya Toko Online, Pemerintah Sasar Pajak dari Sektor-Sektor Ini

Pelaku biasanya mengirimkan pesan teks yang berisi klaim palsu mengenai adanya kekurangan pembayaran pajak, pembaruan data wajib pajak, atau denda fiktif. Korban kemudian diminta untuk mengunduh dan menginstal aplikasi (file APK) yang dikirimkan.

“Kami menegaskan bahwa ini adalah jebakan atau phishing. Jika file tersebut diinstal, perangkat ponsel nasabah dapat dikuasai oleh pihak luar (peretas). Hal ini memungkinkan pelaku untuk mencuri data sensitif seperti username, password mobile banking, hingga kode OTP yang sangat krusial bagi keamanan transaksi,” ujar Ilham Novrizal Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh.

Guna menghindari kerugian finansial, Bank Aceh memberikan panduan langkah keamanan yaitu Otoritas resmi tidak pernah mengirimkan surat tagihan atau aplikasi resmi melalui file mentah (APK) di WhatsApp. Jika menerima pesan terkait pajak, segera lakukan pengecekan mandiri melalui kanal resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atau datang langsung ke kantor pajak terdekat. Jangan pernah memberikan User ID, PIN, atau kode OTP aplikasi Action Mobile Banking kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai bank. Jika menerima pesan mencurigakan dari nomor tidak dikenal dengan lampiran file mencurigakan, segera hapus pesan tersebut dan blokir nomor pengirimnya.

Baca Juga :  Harga BBM, LPG dan Listrik  Bakal Naik Lagi?

Bank Aceh terus berkomitmen untuk melindungi keamanan transaksi nasabah melalui sistem keamanan yang terenkripsi. Namun, faktor kesadaran nasabah (literasi digital) tetap menjadi garda terdepan dalam melawan kejahatan siber.

Baca Juga :  Kamboja Kantongi Izin Ekspor Durian ke China

“Keamanan data nasabah adalah prioritas utama kami. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh pesan-pesan yang bersifat mendesak atau menakut-nakuti,” tambah Ilham.

Bagi nasabah yang merasa telah secara tidak sengaja mengunduh file mencurigakan atau mengalami kendala pada akun perbankannya, diharapkan segera menghubungi layanan resmi Contact Center Bank Aceh di nomor 1500845 atau mengunjungi kantor Bank Aceh terdekat untuk melakukan pemblokiran akun sementara. Informasi resmi mengenai layanan Bank Aceh hanya dapat diakses melalui situs web www.bankaceh.co.id dan media sosial resmi Bank Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Hadiri Bazar Kreasi Bhayangkari

Daerah

Universitas Teuku Umar Berikan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Produk

Ekbis

Bangun Kolaborasi Strategis, RCEO BSI Aceh Kunjungi Rektor UIN Ar-Raniry

Ekbis

Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan Bank Aceh

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar dan Kapolres AKBP Sujoko Ikuti Rakor Ketahanan Pangan Bersama Polri dan Mentan RI

Daerah

Bank Aceh Hadirkan Gampong Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

Daerah

Dahlan Iskan Ajak Karyawan PT PEMA “Memindahkan Ufuk”

Ekbis

Meningkatkan Penghidupan Masyarakat Adat Melalui Pengolahan Sagu