Home / Daerah / Kesehatan / Peristiwa

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:46 WIB

33 Santri di Aceh Singkil Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

mm Redaksi

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto : Ist)

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto : Ist)

Aceh Singkil – Sebanyak 33 santri di Kabupaten Aceh Singkil diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para santri tersebut harus menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Aceh Singkil, Rabu Malam (12/2/2026).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Akmal mengatakan distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Wadah makanan (ompreng) kemudian dijemput kembali pada pukul 12.00 WIB.

Menurutnya, informasi adanya laporan santri yang muntah-muntah baru diterima sekitar pukul 17.00 WIB dari pihak guru pesantren.

Baca Juga :  Bupati Aceh Singkil Kini Urus Rujuk Perceraian PPPK, Warga Terdampak Puting Beliung Terabaikan

“Guru menyampaikan santri baru makan setelah salat zuhur sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu makanan sudah dipindahkan dari ompreng karena wadahnya sudah kami jemput pukul 12.00 WIB,” kata Akmal, Kamis, 12 Februari 2026 kepada wartawan.

Peristiwa ini sempat menghebohkan masyarakat sekitar dan Video para santri yang mengalami muntah dan pusing beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun, para santri mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan sakit perut. Mereka diduga keracunan makanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Mereka yang dirawat merupakan siswa dari Pondok Pesantren Modern Darul Mustafa, Desa Bukit Harapan, serta siswa TK Bunga Al-Qur’an, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Baca Juga :  Rabudin : Itu Perintah Undang - Undang

Diketahui, Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari mi goreng, ayam suwir, nugget tempe, sawi rebus, dan semangka. Akmal menyebutkan makanan mulai dimasak pukul 00.30 WIB dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB.

SPPG Nasabe Sajan Yatim melayani 1.506 porsi makanan, termasuk 53 porsi untuk santri Pesantren Darul Mustafa yang tercatat sebagai siswa SMP IT Al-Aqof.

Akmal juga mengakui sebelumnya ada laporan dari guru sekolah lain yang menyebut makanan berbau basi.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pidie Jaya

“Sekitar pukul 10.00 WIB lebih, ada guru yang memberi tahu makanan berbau basi. Kami langsung menginstruksikan agar makanan itu tidak dimakan,” ujarnya.

Operasional SPPG Nasabe Sajan Yatim Dihentikan Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhammad Raja Maringin, mengatakan pihaknya telah meninjau dapur SPPG Nasabe Yatim.

“Kami masih mendalami alur pengolahan hingga pengemasan makanan. Untuk sementara, operasional SPPG dihentikan mulai hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, sampel makanan dan muntahan korban sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium BPOM.

“Kita tunggu hasil uji laboratoriumnya,” ujarnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Gubernur Harap Kanwil DJPb Dukung Pelaksanaan  PON dan Percepatan Proyek Nasional di Aceh 

Daerah

Diskominfotik Meriahkan Maulid Raya Banda Aceh, 12 Ribu Warga Hadir di Blang Padang

Daerah

PT Chery Serahkan Bantuan Pangan dan Obat-Obatan Untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Daerah

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP 9 Kali Berturut-turut dari BPK

Daerah

TPG 13 dan TPG THR di Simeulue 2025 Belum Cair, Guru Pertanyakan Komitmen Pemda

Daerah

Bank Aceh Salurkan Bantuan “Bank Aceh Peduli” untuk Penanganan Bencana di Aceh

Internasional

Kemlu RI Pantau Perkembangan Situasi Terbaru di Yaman

Daerah

Pangdam IM Hadiri Acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak