Home / Tni-Polri

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:07 WIB

Kasad Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Aceh, Buka Akses Wilayah Terpencil Pascabencana

mm Redaksi

Jembatan Perintis (Jembatan Gantung) yang dibangun melalui Program Jembatan Garuda di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menjadi akses penghubung bagi masyarakat di wilayah tersebut, Senin (9/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jembatan Perintis (Jembatan Gantung) yang dibangun melalui Program Jembatan Garuda di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menjadi akses penghubung bagi masyarakat di wilayah tersebut, Senin (9/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Lhokseumawe – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan pembangunan Jembatan Perintis (Jembatan Gantung) dalam Program Jembatan Garuda yang diluncurkan dari Provinsi Aceh sebagai bagian dari pembangunan ratusan jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana alam. Senin (9/3/2026).

Kegiatan peluncuran program tersebut dipusatkan di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, para pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang turut menyambut dengan antusias kehadiran program pembangunan jembatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Program ini juga menjadi respon terhadap kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang dalam beberapa waktu terakhir melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk di Provinsi Aceh.

Baca Juga :  Kapolsek Muara Dua Serahkan Bantuan Kepada Warga Sakit Menahun

Kasad menyampaikan bahwa Jembatan Perintis atau jembatan gantung dibangun untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui kendaraan berat maupun alat konstruksi besar. Dengan desain konstruksi yang lebih ringan dan fleksibel, jembatan jenis ini sangat efektif untuk membuka konektivitas di wilayah pedalaman, kawasan perbukitan, maupun daerah yang sebelumnya terisolasi akibat rusaknya infrastruktur penghubung.

Di Provinsi Aceh sendiri, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebar di sejumlah kabupaten yang membutuhkan akses penghubung antarwilayah. Lokasi pembangunan tersebut meliputi Desa Ara dan Desa Blang Awe di Kabupaten Pidie Jaya, Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, serta Blang Teurekan di Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan juga dilaksanakan di Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Sungai Pante Kera di Kabupaten Aceh Timur, Desa Baro Yaman di Kabupaten Pidie, serta Kajeung di Kabupaten Aceh Barat. Selain itu, pembangunan jembatan juga dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara tepatnya di Kali Alas, serta di Kabupaten Aceh Tengah di kawasan Burni Bius.

Baca Juga :  Pasokan BBM di Aceh Jaya Aman, Kapolres Minta Warga Tetap Tenang

Secara keseluruhan, sebanyak sebelas unit Jembatan Perintis telah berhasil diselesaikan pembangunannya di berbagai kabupaten di Provinsi Aceh. Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terbatas, memperlancar mobilitas warga, serta mempercepat distribusi logistik dan hasil produksi masyarakat di wilayah pedalaman.

Baca Juga :  Kapendam IM Buka Acara Penataran Fotografi dan Videografi TA. 2024

Selain memberikan kemudahan akses transportasi, pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan aktivitas sosial, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses akibat kondisi geografis maupun dampak bencana.

Kasad menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat akan terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, TNI AD berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.

Program Jembatan Garuda yang diluncurkan dari Aceh ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Tni-Polri

Meriahkan Hari Bhayangkara, Polres Aceh Jaya Gelar Lomba Menembak

News

Gelar Jumat Berkah, Kodam IM Bagikan 217 Paket Makanan

Tni-Polri

Kapolsek Pantee Bidari Polres Aceh Timur Letak Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni

Daerah

Aksi Kemanusian, TNI Kodim 0104 Bantu Eks Kombatan Libya, Lupakan Sejarah

Daerah

Kapolres Pidie Pimpin Upacara Pemakaman Anggota Polri

Tni-Polri

Kapolres Aceh Besar Hadiri Lepas Sambut Dandim 0101/Kota Banda Aceh

Aceh Barat Daya

Serius Berantas Narkoba, Dandim Abdya Nyatakan Siap Mendukung Kepolisian

Aceh Barat Daya

Personil Polres Abdya Sampaikan Pesan Kamtibmas