Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah Aceh

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:49 WIB

Wakil Ketua I DPRK Abdya Dukung Pembenahan PPI

mm Teuku Nizar

Mus Seudong

Mus Seudong

Aceh Barat Daya — Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk. Mustiari, mendesak Pemerintah Aceh segera melakukan pembenahan fasilitas di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga.

Desakan tersebut muncul setelah banyaknya keluhan dari nelayan terkait keterbatasan fasilitas sandar kapal di pelabuhan yang menjadi pusat aktivitas perikanan di wilayah barat selatan Aceh itu.

Menurut Mustiari, kondisi pelabuhan saat ini belum mampu mendukung kebutuhan nelayan yang setiap hari melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Gandeng Melenial, Giatkan Polri Peduli Lingkungan

“Fasilitas sandar boat nelayan masih sangat terbatas dan menyulitkan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan,” tegasnya.

Karena itu, katanya, Pemerintah Aceh perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi pelabuhan ini, terutama terkait fasilitas sandar boat nelayan.

“Ini kebutuhan mendasar bagi masyarakat nelayan kita,” ujar Mustiari, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, nelayan memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas yang layak agar aktivitas melaut dan pendaratan ikan dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Baca Juga :  Di Muswil DPW Partai Aceh Abdya, Mus Seudong Tegaskan Hal Ini

“Kami dari DPRK Abdya sangat mendukung desakan tersebut. Pemerintah Provinsi jangan tutup mata terhadap kondisi ini,” tegasnya.

Mustiari juga menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembenahan fasilitas di kawasan PPI Ujung Serangga.

Sementara itu, Panglima Laot Aceh Barat Daya, T. Indra Kesuma yang akrab disapa Acek, mengungkapkan persoalan utama di pelabuhan tersebut adalah tidak tersedianya fasilitas sandar yang memadai.

Kondisi tersebut memaksa banyak kapal nelayan untuk berpindah ke Pelabuhan Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan setelah melakukan aktivitas bongkar hasil tangkapan di Ujung Serangga.

Baca Juga :  Rakornis Kearsipan dan Perpustakaan se-Aceh 2025: Dorong Digitalisasi dan Literasi Berbasis Data

“Setelah bongkar ikan di sini, kita harus membawa boat ke Labuhan Haji untuk bersandar. Tentu hal ini menambah beban biaya bagi nelayan,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat solusi yang memadai dari pemerintah.

“Kalau banyak boat dari luar bersandar di Ujung Serangga, ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan pasti akan meningkat,” katanya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Satu-satunya Keuchik Ikut Aksi GAM, Yerli Yanda Setuju Jika Dana Desa Disisipkan untuk Dana Bencana Nasional 

Aceh Barat Daya

8 ASN Abdya Lulus Magister Pendidikan

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Minta Pasokan BBM untuk Rumah Sakit dan Alat Berat Diprioritaskan di Masa Darurat Bencana

Aceh Barat Daya

Inovasi Kawasan Ketahanan Pangan Dandim Abdya Dapat Apresiasi

Pemerintah Aceh

Dishub Aceh Fasilitasi Pemulangan 370 Warga Terdampak Banjir dan Longsor ke Banda Aceh

News

Gubernur Aceh Beri Arahan pada Haflah Takhrij Angkatan XXVI MA Dayah RIAB

Advetorial

Pustakawan Dituntut Jadi Agen Perubahan di Era Digital

Aceh Barat Daya

Polairud Polres Abdya Himbau Masyarakat Nelayan Jaga Kebersihan