Jakarta – Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono mengunjungi Pelabuhan Merak dan Bakaheuni dalam rangka mengamati sekaligus menganalisa kondisi arus mudik lebaran, beberapa waktu lalu. Pemantauan dilakukan juga saat arus balik setelah lebaran pada saat mudik lebaran. Kunjungannya juga dihadiri oleh General Manager PT ASDP Merak, Kepala BPTD yang mewakili KSOP, dan dari Perwakilan Kementrian Perekonomian yang pada saat itu sedang hadir di Kantor PT ASDP.
Dalam kunjungannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kinerja yang dilakukan secara totalitas dalam mengantisipasi berbagai hal.
“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Kementrian Perhubungan sebagai regulator, Perusahaan Pelayaran sebagai operator, dan PT ASDP sebagai fasilitator kepelabuhanan yang memaksimalkan kelancaran penyebrangan arus mudik secara maksimal,” kata BHS sapaan akrabnya.
Sehingga, kata dia, mudik lebaran yang merupakan bagian daripada wisata religi dan budaya sudah dilancarkan dengan baik.
“Hanya saja kelancaran arus kendaraan logistik masih perlu dioptimalkan lagi tahun depan. Dengan menambah 2 pasang dermaga untuk mengantisipasi 72 kapal yang saat ini hanya bisa dioperasikan 28 kapal secara reguler dan 5 kapal dengan menggunakan dermaga pelabuhan yang darurat,” jelasnya.
Sehingga, menurutnya, yang bisa beroperasi saat ini hanya 33 kapal dari 72 kapal. Padahal kondisi kepadatan dan antrian perlu diantisipasi secara cepat apalagi pada saat tahun yang akan datang dengan adanya pertumbuhan kendaraan mencapai rata rata 8-12 % per tahun.
“Maka dengan adanya pemanfaatan kapal kapal yang ada tapi tidak bisa dioperasikan ada lebih dari 60% akan bisa mengantisipasi 30% kapasitas angkut tambahan. Sudah waktunya Pemerintah Kementrian Perhubungan bersama PT ASDP segera membangun dermaga tambahan tersebut diatas agar arus mudik dan balik lebaran serta wisatawan pelibur, serta logistik yang dihasilkan dari industri bisa dilancarkan secara maksimal dan cepat sehingga bisa mengantisipasi target pertumbuhan ekonomi 8% untuk Indonesia,” tandasnya.












