Home / Nasional

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:34 WIB

Menko Polhukam Ingatkan Pentingnya Teladani Pesan Leluhur Demi Kemakmuran Bangsa

mm Redaksi

Menko Hadi saat menjadi pembicara kunci pada Pembukaan Festival Niti Raja Sasana - Tongkat Sastra Kepemimpinan Negeri, Ubud, Bali, Sabtu (20/7/2024).(NOA.co.id FOTO/HO/Humas Kemenko Polhukam).

Menko Hadi saat menjadi pembicara kunci pada Pembukaan Festival Niti Raja Sasana - Tongkat Sastra Kepemimpinan Negeri, Ubud, Bali, Sabtu (20/7/2024).(NOA.co.id FOTO/HO/Humas Kemenko Polhukam).

Bali – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mersekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menyampaikan pentingnya meneladani para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia yang telah mampu meramu keberagaman suku, budaya, dan agama menjadi persatuan Indonesia.

“Para pendiri bangsa telah mampu membangun kesadaran bersama untuk hidup secara harmonis, bukan saja antar-manusia, antar-suku bangsa, melainkan juga dengan alam semesta,” kata Menko Hadi saat menjadi pembicara kunci pada Pembukaan Festival Niti Raja Sasana – Tongkat Sastra Kepemimpinan Negeri, Ubud, Bali, Sabtu (20/7/2024).

Di festival yang mengangkat tema ‘Menguatkan Nilai Kearifan Bangsa Dalam Kepemimpinan Nasional’ tersebut, Hadi menyampaikan nilai dan budaya bangsa Indonesia terbentuk, berkembang, bahkan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga :  Menko Hadi Ajak Elemen Masyarakat Jaga Stabilitas Polhukam Jelang Pilkada Serentak

“Dalam tatanan bernegara, nilai dan budaya itu mampu beradaptasi dengan sistem bernegara modern, sehingga para pendiri bangsa menentukan bangunan negara kita berdasarkan sistem demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai asal dan tujuan kehidupan bernegara,” kata Hadi.

Di kesempatan yang sama, kepada para wartawan, Hadi menyampaikan apresiasi atas penyelengaraan Festival Niti Raja Sasana karena telah mempertahankan budaya dan membuka sastra-sastra yang ada di sekitar kehidupan manusia.

Baca Juga :  Dirjen Imigrasi Evaluasi VoA Bagi Negara WNA Pembuat Ulah  

“Pesan-pesan itu adalah pesan-pesan kemanusiaan untuk bisa memberikan kesejahteraan, memberikan kebahagiaan, konsepsi nya adalah memberikan suatu kebahagiaan dengan kepemimpinan, keteladanan yang datang dari rakyat berdasarkan pesan-pesan yang sudah disampaikan oleh para leluhur,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan, sehingga pesan-pesan leluhur untuk bisa menjadikan Indonesia negara yang makmur dapat tersampaikan kepada generasi penerus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali juga diwarisi nilai kepemimpinan oleh ajaran para leluhur.

Baca Juga :  Polri Amankan Opening Ceremony WWF Ke-10 di Bali

“Ini umurnya sangat tua sekali, bahkan kalau kita lihat karya-karya ilmu politik dari pemerintahan dunia barat itu umurnya jauh lebih muda dari sebuah karya Nitisastra dan juga Arthasastra,” kata Ari.

Ari menyampaikan bahwa perkembangan karya sastra di nusantara selain di Bali juga sangat luar biasa, seperti banyaknya karya sastra yang dihasilkan di Jawa kuno.

“Karena itu kita mempunyai gudang sastra yang luar biasa dan kita bersyukur sastra itu diselamatkan oleh Bali,” ungkap Ari.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Tutup Rakernis, Kapolri Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Sejak Awal untuk Raih Kepercayaan Publik

Internasional

Pemerintah Pastikan Produk AS Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

Nasional

Absen di Sidang Perdana, Mantan Sekjen PWI Pusat Gugat DK Rp 1 Miliar

Nasional

Kemendagri Terbitkan Surat Edaran, Minta Pemda Siap Siaga Dukung Kelancaran Arus Mudik 2025

Nasional

Pemerintah Percepat Distribusi Bantuan ke Aceh: TNI Kerahkan Pesawat dan Helikopter untuk Jatuhkan Logistik

Advetorial

Agen Pegadaian: Jembatan Baru Antara Layanan dan Masyarakat

Hukrim

TNI AL Gagalkan Keberangkatan calon pekerja migran Ilegal ke Malaysia

Nasional

Penandatanganan Kerja Sama JAM PIDUM dengan 11 Kementerian/Lembaga