Home / Aceh Barat Daya / Tni-Polri

Selasa, 14 April 2026 - 14:06 WIB

Cuaca Ekstrem, Dandim 0110 Abdya Imbau Warga Tetap Tenang

mm Teuku Nizar

Komandan Kodim 0110/Abdya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Komandan Kodim 0110/Abdya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0110 Aceh Barat Daya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk wilayah Aceh Barat Daya (Abdya).

Peringatan tersebut berlaku pada periode 11 hingga 20 April 2026, dengan potensi terjadinya hujan lebat, petir dan angin kencang.

Kondisi ini dipicu oleh adanya pola siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Aceh, termasuk Abdya.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di sejumlah wilayah rawan.

Dalam keterangannya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat untuk tidak panik, namun tetap siaga menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Jangan panik, tetapi harus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujar Dandim.

Baca Juga :  Pangdam IM Terima Audiensi Kepala BSI Regional 1 Aceh

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan akibat bencana.

Wilayah yang menjadi perhatian utama dalam peringatan ini meliputi Kecamatan Blangpidie, Susoh, dan Lembah Sabil.

Ketiga kecamatan tersebut memiliki potensi tinggi terhadap bencana banjir dan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.

Dandim menyebutkan bahwa pihak TNI, khususnya Kodim 0110 Abdya, telah bersinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Di antaranya adalah pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel, serta koordinasi dalam penanganan darurat apabila terjadi bencana.

“Kami bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Personel kami juga siap kapan saja,” tambahnya.

Selain itu, Dandim juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca oleh BMKG melalui berbagai kanal resmi.

Baca Juga :  Kapolda Aceh: Capaian Vaksinasi di Aceh Terus Meningkat

Informasi yang akurat sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya sendiri telah menginstruksikan aparat desa hingga kecamatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal ini termasuk memastikan jalur evakuasi dalam kondisi siap serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah penyelamatan diri.

Tidak hanya itu, warga yang bermukim di daerah perbukitan atau lereng juga untuk lebih waspada terhadap kemungkinan tanah longsor, terutama setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Tanda-tanda seperti retakan tanah atau pohon yang mulai miring harus segera laporkan kepada pihak berwenang.

Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, untuk memperhatikan kenaikan debit air secara berkala.

Jika terjadi peningkatan signifikan, pihaknya meminta warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko banjir.

Langkah preventif lainnya adalah membersihkan saluran drainase dari sampah serta memastikan lingkungan tetap dalam kondisi baik agar tidak memperparah dampak hujan deras.

Baca Juga :  Pangdam IM Terima Audiensi Dari GM PT. Solusi Bangun Andalas

Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

Dandim juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus saling bahu-membahu. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menghadapi kondisi ini dengan lebih siap dan meminimalisir dampaknya,” tegasnya.

Peringatan dini dari BMKG ini menjadi pengingat penting bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja.

Oleh karena itu, kesadaran dan kesiapan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan bersama.

Dengan adanya status siaga bencana, seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah-langkah antisipatif secara maksimal.

Harapannya, masyarakat Abdya tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, serta selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Kalangan DPRK Minta Penyediaan Gudang Pupuk Penyangga di Kabupaten Abdya

Tni-Polri

Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Aceh Bagikan 250 Paket Takjil untuk Pengendara

Aceh Barat Daya

Relawan Salman Alfarisi Sebut Agus Surya Penyebar Fitnah 

Tni-Polri

Kabid Humas: DPO KPK yang Ditangkap di Aceh Sudah Dibawa ke Jakarta

Banda Aceh

Kasdam IM Laksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Tni-Polri

Kapolresta Banda Aceh Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi dan Enam Polsek Terbaik

Daerah

Kapolresta dan Dandim 0101/KBA Pimpin Patroli Skala Besar di Banda Aceh

Internasional

Misi Kartika Jala Krida 2025, KRI Bima Suci Kembali Berlayar