Aceh Barat Daya — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), panitia Bidang Promosi Ekonomi Kreatif dan Wisata menghadirkan kegiatan unik dan sarat nilai budaya berupa lomba menganyam ketupat.
Kegiatan ini akan berlangsung pada 26 April 2026 di Lapangan Pulau Kayu, Susoh, dengan waktu mulai pukul 09.00 WIB.
Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar tingkat SMA sederajat.
Panitia menargetkan partisipasi luas dari generasi muda agar tradisi menganyam ketupat tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Panitia dari Bidang Promosi Ekonomi Kreatif, Elizar Lizam menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga mengusung misi pelestarian budaya lokal yang mulai tergerus modernisasi.
“Kegiatan ini kami hadirkan agar keterampilan menganyam ketupat sebagai makanan khas Aceh tetap digemari oleh kaum milenial. Kami ingin memastikan bahwa ketika generasi tua sudah tidak lagi aktif, akan ada generasi penerus yang mampu melanjutkan tradisi ini,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa ketupat tidak sekadar makanan pelengkap, melainkan simbol budaya yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Aceh, terutama saat perayaan hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Menurutnya, keberadaan ketupat pada momen Lebaran sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi.
“Tanpa ketupat, suasana Lebaran terasa kurang lengkap. Ada nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang tercermin dari proses pembuatan hingga penyajiannya,” tambahnya.
Selain aspek budaya, panitia juga melihat potensi ekonomi dari keterampilan menganyam ketupat.
Mereka mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan kemampuan ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Kami ingin para pengrajin anyaman ketupat bisa menghasilkan cuan, terutama menjelang hari besar Islam. Permintaan ketupat biasanya meningkat drastis, dan ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan lomba ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Peserta tidak hanya dinilai dari kecepatan menganyam, tetapi juga kerapian, kreativitas, dan teknik yang digunakan.
Dengan demikian, lomba ini mampu memacu inovasi tanpa meninggalkan nilai tradisional.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna memastikan kelancaran acara.
Selain itu, tim juri yang kompeten akan memberikan penilaian objektif dan profesional.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari respons awal yang menunjukkan minat besar dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum.
Banyak pihak menilai lomba ini sebagai langkah positif dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Momentum HUT ke-24 Abdya menampilkan potensi lokal yang selama ini menjadi kekuatan daerah, salah satunya melalui sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Dengan mengangkat tradisi lokal, muncul inovasi baru yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Tidak hanya itu, lomba menganyam ketupat juga mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.
Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung dapat memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong.
Panitia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara ini, baik sebagai peserta maupun penonton.
Kehadiran masyarakat akan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai acara seremonial, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga tradisi dan meningkatkan kesejahteraan,” tutup panitia.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, lomba menganyam ketupat dalam rangka HUT ke-24 Abdya mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menggali dan mengembangkan potensi lokal.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar












