Banda Aceh – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan limbah kini semakin berkembang. Tidak lagi dipandang sebagai barang tidak berguna, sampah justru mulai dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dikota Banda Aceh, sampah dapat menghasilkan biogas sebagaimana yang telah sempat dinikmati oleh masyarakat di Gampong Jaya dan Gampong Pande.
Kedua Gampong tersebut merupakan pemukiman yang paling dekat dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jaya.
Data yang dihimpun media ini Mei 2026, Aktivitas biogas yang sebelumnya dapat diniati oleh masyarakat di dua Gampong itu, kini telah tidak aktif lagi.

Namun, biogas yang dihasilkan dari panas dan proses penguraian sampah di TPA Gampong Jawa Banda Aceh itu sempat dinikmati warga di dua Gampong itu hampir 10 tahun, mulai tahun 2015 hingga 2025.
Di sisi lain sampah juga dapat diolah menjadi barang berguna lainnya, seperti pupuk kompos, peng rakitan benda berbahan limbah bahkan sampah plastik dapat dijadikan bahan baku penghasil Bahan Bakar Minyak.
“Berbagai komunitas dan pelaku usaha kreatif mulai mengolah sampah rumah tangga, plastik, limbah organik, hingga barang bekas menjadi produk bernilai jual tinggi, ” Sebut pengamat lingkungan sekaligus pemilik Bank Sampah di Banda Aceh kepada media ini, Rabu (20/05/2026).
Budaya pemanfaatan sampah ini juga mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai organisasi lingkungan melalui program bank sampah, pelatihan daur ulang, serta edukasi pengelolaan limbah berkelanjutan.
Sejumlah alat berat sebagai pendukung proses pengolahan sampah turut diadakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh pada tahun 2025 lalu guna mempercepat proses penangan sampah yang semakin hari terus meningkat jumlahnya.
“Melihat kondisi excavator yang sebelumnya sudah rusak dan tidak optimal, hari ini kita hadirkan kembali dua unit alat berat baru. Tujuannya tentu untuk memaksimalkan kinerja DLHK3 dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin kepada awak media saat itu.
Kehadiran bank sampah di Banda Aceh saat ini, meski dengan jumlah terbatas, tapi sangat membantu masyarakat memilah sampah sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan sampah yang dapat didaur ulang.
Selain memberikan dampak ekonomi, pemanfaatan limbah juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Masyarakat diharapkan dapat menjadikan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sebagai budaya sehari-hari demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, budaya pengelolaan sampah dan limbah berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan di masa depan.
“Mari kita jaga bersama lingkungan kota ini. Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Kolaborasi aktif dari masyarakat akan menjadi kunci terwujudnya Kota Banda Aceh yang bersih, indah, dan asri,” demikian tutupnya Walikota Banda Aceh. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











