Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pasar murah daging meugang di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Program yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026) tersebut mendapat sambutan positif dari warga karena harga daging yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Dalam kegiatan itu, daging sapi dijual Rp150 ribu per kilogram, sementara harga daging di sejumlah pasar tradisional menjelang meugang berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.
Camat Banda Raya, T.M. Syukri Wardhana, mengatakan pasar murah digelar untuk meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya sekaligus menjaga tradisi meugang tetap dapat dinikmati seluruh kalangan.
“Daging dijual hanya Rp150 ribu per kilogram. Ini jauh di bawah harga pasar,” kata Syukri.

Menurutnya, tradisi meugang merupakan bagian dari budaya masyarakat Aceh yang sarat nilai kebersamaan dan rasa syukur. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan daging tanpa harus terbebani lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Ia berharap warga dapat memanfaatkan pasar murah tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas tradisi meugang di Aceh.
“Dengan harga yang bersahabat, tradisi meugang sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan tetap bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat mendapatkan daging dengan harga lebih murah, pasar murah juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Iduladha. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat menekan dampak kenaikan harga yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang meugang.
Melalui kegiatan ini, Pemko Banda Aceh ingin memastikan manfaat tradisi meugang dapat dirasakan secara lebih luas, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK












