Banda Aceh – Antusiasme masyarakat berburu daging murah pada program Pasar Murah Daging Meugang yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh membuat stok daging di sejumlah titik penjualan ludes dalam hitungan jam. Di lokasi penjualan halaman eks Suzuya Shopping Centre, lebih dari satu ton daging sapi habis terjual pada hari kedua pelaksanaan pasar murah, Senin (25/5/2026).
Salah seorang pedagang, Lodi Aswad, mengatakan tingginya jumlah pembeli tidak terlepas dari harga daging yang telah disubsidi pemerintah sehingga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
“Alhamdulillah pembeli sangat ramai karena ada subsidi dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Antusias masyarakat luar biasa untuk mendapatkan daging murah,” kata Lodi.
Menurutnya, pada hari kedua pasar murah, pihaknya memotong dua ekor sapi jenis Brahman yang menghasilkan sekitar 620 kilogram daging dari satu ekor sapi dan sekitar 500 kilogram dari sapi lainnya. Seluruh daging tersebut habis dibeli masyarakat sebelum siang hari.
“Totalnya lebih dari satu ton daging yang terjual. Siang hari sudah habis semua dibeli masyarakat,” ujarnya.
Lodi menjelaskan seluruh sapi dipotong terlebih dahulu di Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh sebelum didistribusikan ke lokasi penjualan. Tingginya permintaan menunjukkan program pasar murah menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan daging dengan harga lebih terjangkau menjelang Iduladha.
Ia menilai harga Rp150 ribu per kilogram yang ditetapkan pemerintah tergolong sangat murah dibandingkan harga daging di pasar tradisional yang saat ini berkisar Rp180 ribu per kilogram.
“Kalau dibandingkan harga pasar tentu murah sekali. Selisihnya sekitar Rp30 ribu per kilogram. Ini karena ada subsidi dari pemerintah,” katanya.
Meski menjual dengan harga di bawah pasar, Lodi mengaku para pedagang tetap memperoleh keuntungan karena mendapat dukungan subsidi sebesar Rp2 juta per ekor sapi dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, bantuan tersebut membantu menutupi biaya operasional dan menjaga keuntungan pedagang.
“Alhamdulillah pedagang tetap dapat untung. Harga satu ekor sapi yang kami beli bisa mencapai Rp35 juta sampai Rp36 juta untuk bobot besar, dan ada subsidi dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan program pasar murah daging meugang merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga daging menjelang hari raya. Tahun ini Pemko Banda Aceh menyiapkan 20 ekor sapi yang dijual melalui enam titik pasar murah dengan harga Rp150 ribu per kilogram.
“Menjelang Iduladha kebutuhan daging masyarakat meningkat. Karena itu kita terus menghadirkan pasar murah daging bersubsidi agar masyarakat bisa memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Illiza.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju kenaikan harga daging yang biasanya terjadi saat tradisi meugang menjelang Hari Raya Iduladha. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK












