Home / Banda Aceh / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:06 WIB

ASN Pemerintah Aceh Raih Gelar Doktor Lewat Publikasi Jurnal Q1, Lulus Cumlaude di USK

mm Redaksi

Dr. Chaidir, S.E., M.M. menghadiri prosesi wisuda doktor di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Dr. Chaidir, S.E., M.M. menghadiri prosesi wisuda doktor di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Aceh. Dr. Chaidir, S.E., M.M., berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan predikat cumlaude melalui jalur publikasi jurnal internasional bereputasi Quartile 1 (Q1).

Capaian tersebut diraih dalam prosesi wisuda doktor yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu (20/5/2026).

Pada periode wisuda kali ini, Chaidir menjadi salah satu lulusan dengan capaian akademik terbaik. Jalur doktor berbasis publikasi jurnal internasional Q1 dikenal memiliki standar akademik yang sangat ketat karena menuntut kualitas riset, kebaruan ilmiah, serta melalui tahapan peer review internasional.

Baca Juga :  Lantik Bupati Singkil, Gubernur Aceh: Jaga Keharmonisan dengan Legislatif

Disertasi yang diangkat Chaidir berjudul “Peran Digital Leadership dalam Peningkatan Kinerja Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Berbasis Smart School di Provinsi Aceh.”

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya kepemimpinan digital dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi serta peningkatan mutu akademik di era digitalisasi pendidikan.

Dalam penyusunan disertasinya, Chaidir dibimbing oleh Prof. Dr. M. Shabri, S.E., M.Ec. selaku promotor, serta Prof. Dr. Mahdani, S.E., M.M. dan Prof. Dr. Muslim, S.E., MBA sebagai co-promotor.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Banda Aceh Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024

Chaidir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh promotor yang telah memberikan arahan, dukungan, serta motivasi selama proses penyelesaian studi doktoralnya.

“Bimbingan, motivasi, dan masukan ilmiah dari para promotor menjadi bagian penting dalam penyelesaian studi ini. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi yang diberikan,” ujar Chaidir.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh yang telah memberikan kesempatan dan izin untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.

Menurutnya, dukungan terhadap peningkatan kapasitas ASN menjadi faktor penting dalam menciptakan sumber daya aparatur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Fadhlullah Hadiri Maulid Nabi, Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Madinatuddiniyah Babussalam

Selain aktif di bidang akademik, Chaidir juga memiliki pengalaman birokrasi yang cukup panjang di lingkungan Pemerintah Aceh. Ia pernah bertugas di sejumlah instansi strategis seperti Bappeda Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), hingga kini mengabdi di Dinas Sosial Aceh.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian di birokrasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan keilmuan dan budaya riset.

Peningkatan kualitas akademik ASN diharapkan mampu memperkuat kualitas kebijakan publik yang lebih inovatif, adaptif, serta berbasis kajian ilmiah dan kebutuhan masyarakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Istri Wagub Aceh Ajak Masyarakat Belanja Takjil Produk UMKM Lokal

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Penghapusan Barcode Demi Kenyamanan Bersama

Aceh Timur

Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW,SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Gelar Beragam Perlombaan

Banda Aceh

Rumah Kos Terbakar Saat Sahur di Banda Aceh, 5 Armada Damkar Dikerahkan

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Gelar Rapat Persiapan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi KPA dan PPK

News

Pemerintah Aceh Cairkan THR ASN (PNS dan PPPK)

Daerah

Dua Pemuda Aceh Singkil Raih Prestasi Gemilang

Internasional

Ingin bekerja di luar negeri? Berikut syarat dan kewajiban PMI