Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:29 WIB

Dukung Mualem, Migas Blok Andaman Harus Diolah di Aceh

mm Teuku Nizar

Adoen Elizar Lizam. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Adoen Elizar Lizam. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Tokoh masyarakat Barat Selatan Aceh (Barsela), Adoen Elizar Lizam, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang menginginkan hasil produksi migas dari Blok Andaman olahan di Aceh sebelum pemasaran.

Menurut Adoen, langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Aceh sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Harapan kita migas Blok Andaman prosesnya di Aceh. Ini semua dalam rangka menghargai Aceh dan membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi Aceh,” ujar Adoen Elizar Lizam kepada media ini, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Ini Upaya Pemkab Aceh Barat Untuk Tekan Laju Inflasi di Daerahnya

Ia menilai Aceh tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil bahan baku yang kemudian memberikan keuntungan lebih besar kepada daerah lain melalui proses pengolahan.

“Janganlah Aceh menjadi sapi perah, ketika menjadi susu bubuk justru sebagai produk daerah lain,” katanya.

Adoen mengatakan masyarakat Aceh pernah merasakan dampak positif dari keberadaan industri pengolahan gas Arun di Kota Lhokseumawe.

Saat itu, sektor migas mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dan menghidupkan berbagai sektor usaha pendukung.

“Kita merasakan bagaimana dampak ekonomi ketika gas Arun di Kota Lhokseumawe. Kehidupan ekonomi Aceh saat itu cukup bergairah, walaupun manfaat terbesarnya ole masyarakat di wilayah pantai timur Aceh,” ujarnya.

Baca Juga :  Komitmen Sinergitas Kejaksaan Agung dan KPK dalam Pemberantasan Korupsi

Karena itu, ia mendukung perjuangan Mualem agar hasil produksi migas dari Blok Andaman tidak langsung keluar daerah.

Adoen juga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk mulai mempersiapkan pengembangan industri hilir migas di kawasan Barat Selatan Aceh.

Ia berharap apabila Blok Meulaboh nantinya berhasil memproduksi migas secara komersial, maka proses pengolahannya juga dapat di wilayah Barsela.

“Di Aceh Barat Daya ada Teluk Surin yang memiliki lahan negara sekitar 1.000 hektare. Kawasan tersebut sangat potensial untuk menjadi lokasi pembangunan fasilitas penyulingan migas sebelum hasil produksinya diekspor ke luar negeri,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Laporkan LPJ Triwulan I

Menurut Adoen, keberadaan fasilitas pengolahan migas di Barsela akan membuka peluang investasi.

Serta menciptakan lapangan kerja baru, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pantai barat selatan Aceh.

“Seiring rencana eksploitasi migas di Blok Andaman, kita di Barsela harus mulai berpikir agar ketika Blok Meulaboh berproduksi nanti. Dengan demikian, masyarakat benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari sektor energi,” tutup Adoen Elizar Lizam.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Anulir Hasil Musyawarah, Bupati Aceh Besar Angkat Ajudan Jadi Imam Masjid

Aceh Barat Daya

Dibuka Wabup, Musda MPU Abdya Tetapkan Ketua Baru

Aceh Barat Daya

Begini Kata Kadis DSI Abdya Terkait Prestasi di MTQ Provinsi Aceh Rendah

Aceh Besar

Pj Bupati Hadiri Jumat Curhat Bersama Kapolres Aceh Besar di Lamteuba 

Nasional

Kemenko Polkam Dorong Penguatan Keamanan Maritim dalam Forum IOJI 2025

Aceh Barat

Awal Tahun 2026, Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Sarana Perikanan untuk Nelayan

Internasional

Eskalasi konflik Iran–Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Ulama dan Anak Yatim, Bupati Tarmizi Serahkan Santunan