Home / Ekbis / Pemko Banda Aceh

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:57 WIB

Wali Kota Banda Aceh: UMKM Harus Terus Belajar agar Mampu Bersaing di Era Digital

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyampaikan sambutan pada penutupan Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel, Banda Aceh, Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyampaikan sambutan pada penutupan Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel, Banda Aceh, Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menutup secara resmi Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 di The Pade Hotel, Minggu (19/7/2026). Penutupan ditandai dengan penabuhan rapai bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga oleh kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, berinovasi, dan menjaga kualitas produk.

Karena itu, ia mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang telah menyelenggarakan Program WUBI sejak tahun 2014 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

“Yang paling penting bukan hanya produknya bagus, tetapi pelaku usahanya juga terus mau belajar. Dunia usaha terus berubah sehingga pelaku UMKM harus mampu mengikuti perubahan, termasuk memanfaatkan platform digital dan teknologi AI,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Raih Status Puskesmas Ramah Anak Terstandar dari Kemen PPPA

Ia mengatakan pola perilaku konsumen saat ini juga telah berubah, sehingga kualitas produk menjadi faktor utama dalam mempertahankan pelanggan.

“Promosi bisa membuat orang datang pertama kali. Tetapi kualitaslah yang membuat pelanggan kembali lagi,” katanya.

Menurut Illiza, Kota Banda Aceh saat ini memiliki 47.497 UMKM yang mampu menyerap sekitar 66.417 tenaga kerja, sehingga sektor tersebut memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Jangan pernah memandang usaha mikro sebagai usaha yang kecil. Karena dampaknya bagi masyarakat tidak pernah kecil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program, di antaranya Banda Aceh Academy untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha, platform Usaha Teman sebagai media promosi digital, serta penguatan Dekranasda guna meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Baca Juga :  Konversi ke Syariah, Bank Aceh Tunjukkan Kinerja Tren Positif

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan berbagai ruang promosi melalui revitalisasi IKM Center Ulee Lheue, festival, pemanfaatan ruang publik, hingga kegiatan Car Free Day.

Illiza juga mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Indonesia, dan sektor perbankan agar pelaku UMKM semakin mudah memperoleh akses pembiayaan.

“Kami berharap peserta dapat memperoleh akses permodalan sehingga usaha yang sudah berkembang bisa terus naik kelas,” katanya.

Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh peserta untuk terus berkarya, belajar, dan berinovasi agar mampu membawa produk-produk unggulan Aceh menembus pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Bank Aceh Bagikan Dividen Tahun 2024 sebesar Rp 300 Miliar
BI Perkuat UMKM Melalui Inkubasi dan Digitalisasi

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan Program WUBI merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk meningkatkan daya saing UMKM.

“Tahun ini ada 90 peserta tahap awal yang akan dikurasi menjadi 50 peserta untuk mengikuti inkubasi selama dua bulan. Materinya mulai dari digitalisasi, pemanfaatan AI, manajemen usaha, hingga pendampingan oleh mentor dan alumni WUBI,” ujar Agus.

Ia menambahkan, keberhasilan program akan diukur melalui peningkatan omzet, inovasi produk, transformasi digital, serta perluasan pasar para peserta. Seluruh peserta yang mengikuti program juga akan memperoleh sertifikat dari Bank Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Forum Suara Warga Digelar di Banda Aceh, Illiza Tegaskan Komitmen Perbaikan Layanan Publik

Ekbis

BSI Region Aceh Distribusikan 282 Hewan Kurban di Wilayah Aceh

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan “Banda Aceh Peduli” untuk Korban Banjir Bandang di Bireuen

Ekbis

Bank Aceh Kembali Dipercaya Salurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2024

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Banda Aceh Kolaborasi dengan Kominsa Aceh dan BPS, Perkuat Integrasi Data

Ekbis

BSI Aceh dan PWI Aceh Perkuat Kerja Sama untuk Kemajuan Ekonomi Syariah

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Salurkan Rumah Layak Huni bagi Warga Berpenghasilan Rendah, Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Ekbis

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Digitalisasi Pembayaran pada 2025