Home / Advetorial / Banda Aceh

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:51 WIB

Budaya Patriarki Masih Jadi Tantangan Pemberdayaan Masyarakat di Gampong

mm Redaksi

Rangkaian kegiatan Pokja 1 -IV PKK di Banda Aceh mengevaluasi persiapan ADM. Foto: Dok. Istimewa

Rangkaian kegiatan Pokja 1 -IV PKK di Banda Aceh mengevaluasi persiapan ADM. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Upaya pemberdayaan masyarakat di gampong-gampong Kota Banda Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang dinilai paling dominan adalah budaya patriarki yang membatasi ruang partisipasi perempuan dalam pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan pembangunan masyarakat di tingkat gampong tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan seluruh elemen, termasuk perempuan.

“Budaya sosial yang masih patriarki menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di tingkat gampong,” kata Ritasari, Kamis (11/6/2026).

Ilustrasi. Bentuk kegiatan pemberdayaan perempuan di desa-desa. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, perempuan saat ini telah banyak berkontribusi dalam berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan gampong. Namun, pola pikir yang masih menempatkan perempuan pada peran domestik membuat partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan belum sepenuhnya optimal.

Baca Juga :  Disnaker Banda Aceh Gelar Verifikasi LKS Bipartit dan Serikat Pekerja PGE

Padahal, keterlibatan perempuan dinilai penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan kualitas sumber daya manusia.

Selain faktor budaya, DPMG juga menyoroti masih terbatasnya partisipasi perempuan dalam forum-forum pembangunan gampong. Di sejumlah wilayah, keterlibatan perempuan dinilai masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya memengaruhi proses perencanaan maupun pengambilan kebijakan.

“Partisipasi perempuan masih perlu diperkuat agar tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga benar-benar terlibat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kadisbudpar Aceh Bangga 3 Siswa MTsS Ulumul Quran Juara I Cerdas Cermat Museum Tingkat Nasional

Tantangan lain yang dihadapi dalam pemberdayaan masyarakat adalah keterbatasan akses permodalan. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala bagi masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengembangkan usaha mikro dan kegiatan ekonomi produktif.

Ritasari juga menilai keberlanjutan program pendampingan masih perlu diperkuat. Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada masyarakat harus diikuti pendampingan berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang produktif.

“Masih ada keterbatasan akses permodalan dan keberlanjutan pendampingan yang perlu diperkuat agar perempuan bisa berkembang lebih jauh,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Banda Aceh Ikuti Kirab Tarhib Ramadan 1447 H, Semarak di Sepanjang Jalan Protokol

Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan prioritas program juga menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat di seluruh gampong.

Meski demikian, DPMG Banda Aceh berkomitmen terus memperkuat program peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan di tingkat gampong.

Ritasari menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membangun gampong yang lebih mandiri dan inklusif.

“Ketika perempuan memiliki kapasitas yang baik dan diberi ruang untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan gampong tempat mereka tinggal,” pungkasnya. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Sebanyak Tujuh Pegawai Sekretariat Baitul Mal Aceh Naik Pangkat

Advetorial

Dinas Sosial Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik bagi Korban Kebakaran di Ulee Kareng

Banda Aceh

Dispar Banda Aceh Gelar Diseminasi Peta Jalan Ekonomi Kreatif 2025–2029

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Advetorial

Masjid Raya Ruhama Takengon Aceh Tengah, Pesona Kubah Berukir Kerawang Jadi Daya Tarik

Advetorial

Terus Berlanjut, Capaian Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Aceh Kini Mencapai 94.210

Advetorial

Dinas Perpustakaan Aceh Gelar Gerakan Aceh Membaca di Aceh Utara, Dorong Budaya Literasi Masyarakat

Banda Aceh

RSUD Meuraxa Imbau Masyarakat Waspada terhadap Influenza A