Aceh Barat Daya – Pelayanan di RSUD Teuku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan kualitas layanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, mulai dari penanganan pasien, sikap tenaga kesehatan, kondisi ruang perawatan, hingga kebersihan lingkungan rumah sakit.
Berbagai keluhan itu ramai bermunculan di media sosial dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Warga berharap manajemen RSUD Teuku Peukan segera melakukan pembenahan secara menyeluruh agar pelayanan kesehatan benar-benar mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien.
Salah seorang warga, Muhammad Kanafi, menilai rumah sakit harus mengutamakan penanganan pasien.
Penanganan pasien ini, menurutnya, sebelum menyelesaikan proses administrasi, terutama bagi pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
“Keselamatan pasien harus menjadi prioritas. Urusan administrasi seharusnya setelah pasien mendapatkan penanganan medis,” kata Kanafi, Kamis (2/7/2026).
Selain itu, Kanafi juga menyoroti kinerja dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan.
Menurutnya, seluruh petugas harus meningkatkan profesionalisme serta memberikan pelayanan yang setara kepada setiap pasien tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang ekonomi.
“Pelayanan harus sama kepada semua pasien. Jangan sampai ada kesan masyarakat biasa mendapat perlakuan berbeda dibandingkan pejabat atau keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik,” ujarnya.
Kanafi juga meminta seluruh tenaga kesehatan memperbaiki etika pelayanan dan komunikasi dengan pasien maupun keluarga pasien.
Katanya, sikap yang ramah, sopan, dan komunikatif akan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sakit.
Di samping pelayanan, warga turut menyoroti kondisi fasilitas rumah sakit. Mereka berharap manajemen segera menata ruang perawatan agar lebih bersih, rapi, nyaman, dan layak ditempati pasien.
Persoalan kebersihan juga menjadi perhatian serius. Warga menilai lingkungan rumah sakit harus selalu terjaga karena kebersihan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan dan berpengaruh terhadap kenyamanan serta proses pemulihan pasien.
Sementara itu, warga lainnya, Mukhlis, mengatakan rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.
“Bukan justru menambah beban pikiran akibat pelayanan maupun kondisi lingkungan yang kurang memadai,” katanya.
Ia juga menyoroti suasana di kawasan rumah sakit yang menurutnya perlu penataan lebih baik.
Mulai dari area pintu masuk hingga lingkungan pelayanan, Mukhlis berharap pihak rumah sakit menciptakan suasana yang lebih tertib sehingga tidak terkesan seperti tempat berkumpul atau nongkrong.
Menurut Mukhlis, pembenahan juga perlu menyentuh fasilitas kesehatan lainnya, termasuk Puskesmas Blangpidie, agar kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Barat Daya semakin meningkat.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya bersama manajemen RSUD Teuku Peukan segera mengevaluasi berbagai keluhan masyarakat. Evaluasi ini penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah,” ujar Mukhlis.
Ia menegaskan, kritik dari masyarakat bukan bertujuan menjatuhkan institusi pelayanan kesehatan, melainkan sebagai bentuk kepedulian.
Selain itu, RSUD Teungku Peukan mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, adil, serta berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin setiap warga yang datang berobat merasa terbantu, memperoleh pelayanan yang cepat, ramah, bersih, dan nyaman sehingga pulang dengan rasa puas, bukan membawa kekecewaan,” tutup Mukhlis.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














