Home / Aceh Barat Daya / Peristiwa

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:43 WIB

BBM Diduga Dikuasai Pelangsir, Sopir Angkutan Umum Menjerit

mm Teuku Nizar

Antrian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Antrian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya – Praktik lansiran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menuai sorotan.

Sopir mobil penumpang mengaku semakin sulit memperoleh BBM karena harus bersaing dengan kendaraan pengisian berulang untuk kepentingan penjualan kembali.

Sejumlah sopir menilai aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari.

Mereka mengaku sering menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean, sementara kendaraan diduga milik pelangsir silih berganti masuk ke area pengisian.

“Kami mencari nafkah dari mobil ini. Kalau harus antre lama karena pelangsir, penumpang menunggu dan penghasilan kami ikut berkurang,” kata Askar seorang sopir mobil penumpang trayek Banda Aceh, Jum’at (10/7/2026).

Baca Juga :  Yusran Adek Dampingi Salman Alfarisi di Pilkada Abdya 2024

Menurutnya, kondisi itu semakin terasa saat stok BBM terbatas. Sopir angkutan umum yang melayani kebutuhan masyarakat justru kesulitan mendapatkan jatah.

Sementara kendaraan yang melakukan lansiran tetap terlihat berulang kali mengisi BBM.

Para sopir berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pengelola SPBU meningkatkan pengawasan.

Mereka meminta kendaraan yang melakukan pengisian berkali-kali segera mendapatkan penindakan agar distribusi BBM kembali berpihak kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  Personil Polres Abdya Sampaikan Pesan Kamtibmas

Selain menghambat aktivitas angkutan umum, praktik lansiran juga merugikan masyarakat luas.

Keterlambatan keberangkatan mobil penumpang berdampak langsung pada penumpang yang bergantung pada transportasi umum untuk bekerja, berobat, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Zikri, sopir lainnya menegaskan persoalan ini bukan hal baru.

Mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini aktivitas yang diduga sebagai praktik lansiran masih terus terlihat di sejumlah SPBU.

Baca Juga :  API Demokrasi Demo Di DPRA Tolak Revisi UU Pilkada

Mereka meminta pemerintah tidak hanya melakukan razia sesaat, tetapi membangun sistem pengawasan yang konsisten.

Penggunaan teknologi, pemeriksaan identitas kendaraan, hingga penindakan terhadap pelaku yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Kalau kondisi ini terus ada pembiaran, kami yang bekerja secara jujur akan terus merugi. BBM seharusnya lebih dulu untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan mereka yang mencari keuntungan dari kelangkaan,” ujar Zikri.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Daerah

Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Aceh Barat Daya

Lembaga DPRK Abdya Dinilai Gagal Menampilkan Peran Kelembagaan 

Peristiwa

Seorang Pejalan Kaki Meninggal Dunia di Banda Aceh

Aceh Barat Daya

499 Orang Tenaga Fungsional Guru dan Kesehatan Terima SK PPPK

Peristiwa

Itjen Kemenag RI Rampungkan Pendampingan untuk Memperkuat Kapabilitas SPI UIN Ar-Raniry

Aceh Barat Daya

Tahun Pertama Pemerintahan Dr. Safaruddin–Zaman Akli, Abdya Terima 25 Ton Bibit Padi dari Pemerintah Pusat

Aceh Besar

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Aceh Barat Daya

Narkotika Varian Baru Muncul di Abdya, Pemerintah Diminta Bergerak Aktif