Home / Aceh Barat Daya / Hukrim

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:23 WIB

Narkotika Varian Baru Muncul di Abdya, Pemerintah Diminta Bergerak Aktif

mm Teuku Nizar

Zulkarnain

Zulkarnain

Aceh Barat Daya – Kasus perdana kemunculan narkotika varian baru jenis pod getar dan happy water di Provinsi Aceh yang terungkapkan oleh Polres Aceh Barat Daya (Abdya) memunculkan kekhawatiran masyarakat.

Berbagai pihak meminta pemerintah daerah mengambil peran lebih aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.

Karena, katanya, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan kepolisian.

Sejumlah elemen masyarakat menilai ancaman peredaran narkotika saat ini semakin kompleks dengan munculnya berbagai jenis baru yang menyasar kalangan remaja dan generasi muda.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan pengawasan hingga ke tingkat gampong.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Dua Residivis Curanmor di Langsa

Salah seorang wakil rakyat di DPRK Abdya, Zulkarnain mengatakan, pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama.

“Pemberantasan narkotika bukan hanya tugas kepolisian. Semua unsur harus bergerak bersama, termasuk pemerintah daerah,” katanya, Rabu (10/6/2026).

Ditegaskannya, munculnya jenis baru seperti pod getar dan happy water harus menjadi perhatian serius karena sasarannya banyak menyentuh kalangan muda.

“Aparat kepolisian selama ini telah menjalankan tugas penegakan hukum. Namun, upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari pemerintah melalui program pencegahan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI Abdya ini juga mengapresiasi keberhasilan Polres Abdya dalam mengungkap kasus pod getar dan happy water tersebut.

Baca Juga :  Polda Aceh: AKBP Jatmiko Masih dalam Pemeriksaan Divpropam Polri

“Ini barang baru dengan daya rusak lebih kuat, Pemerintah harus ikut aktif membentengi generasi muda,” tegasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi tentang bahaya narkotika di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat.

Selain itu, koordinasi dengan aparatur gampong, tokoh pemuda, serta tokoh agama juga perlu penguatan untuk menutup ruang gerak para pelaku.

“Kalau hanya mengandalkan penindakan, persoalan ini tidak akan pernah selesai. Pemerintah harus hadir melalui pendidikan dan pembinaan masyarakat agar generasi muda tidak mudah terjerumus,” katanya.

Baca Juga :  Studi Banding, Ketua Forum Keuchik Abdya Tegaskan Hal ini

Masyarakat jiga harus meningkatkan kewaspadaan dan berani melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat berwenang.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Dengan adanya dugaan peredaran narkotika jenis pod getar dan happy water di Abdya, seluruh pihak harus memperkuat sinergi dan tidak saling bergantung satu sama lain.

Menurut Ketua PKB Abdya ini, langkah pencegahan yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Polres Abdya Gelar Patroli Dialogis di Lokasi Wisata  

Aceh Barat Daya

Lagi, M. Febrian Nugroho Sumbang Emas, Berikut Perolehan Mendali Cabor Renang Abdya

Aceh Barat Daya

Kapolsubsektor Jeumpa Bagikan Kurma untuk Santri

Aceh Barat Daya

Tiga Pasang Cabup-Cawabup Abdya Resmi Mendaftarkan Diri 

Aceh Barat Daya

Warga Abdya Masih Dihantui Kelangkaan LPG 3 Kg

Hukrim

Pemerintah Kecamatan Bubon Lakukan Penertiban Busana Muslim 

Hukrim

KPK Kawal Ketat Pemindahan Dua Tersangka Penyuap Bupati

Hukrim

KPK Bongkar Mafia kuota haji khusus dan furoda