Home / Kesehatan / Sabang

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:53 WIB

Program Bidan untuk Negeri Tinggalkan Warisan Kesehatan Berkelanjutan, Layani Lebih dari 13 Ribu Warga Sabang

mm Teuku Nizar

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama YBM BRILiaN menandatangani kesepahaman bersama antara Pemko Sabang. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama YBM BRILiaN menandatangani kesepahaman bersama antara Pemko Sabang. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Sabang – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama YBM BRILiaN menegaskan komitmennya membangun sistem kesehatan masyarakat yang berkelanjutan melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Closing Program Bidan untuk Negeri (BUN), Kamis (30/7/2026), di Aula Kantor Wali Kota Sabang.

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendampingan selama dua tahun ysejak 2024 di Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

Meski demikian, program ini terus berjalan melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Selama dua tahun pelaksanaan, Program Bidan untuk Negeri memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Pelayanan. Kesehatan itu melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, serta pemberdayaan masyarakat.

Program ini juga menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari penguatan layanan Klinik Bidan untuk Negeri.

Hingga peningkatan kapasitas kader kesehatan, skrining kesehatan masyarakat, hingga pembentukan Kebun Sehat untuk mendorong pola hidup sehat.

Program tersebut mendampingi 132 ibu hamil, 96 ibu bersalin, 77 ibu menyusui, serta 457 balita.

Selain itu, tim pelaksana melakukan skrining kesehatan terhadap 554 remaja dan 908 warga, membentuk satu Kebun Sehat, serta meningkatkan kapasitas 25 kader kesehatan sebagai penggerak kesehatan di tingkat gampong.

Baca Juga :  Sidokkes Polres Aceh Timur Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Kepada Personel

Selama masa pendampingan, Klinik Bidan untuk Negeri mencatat 3.614 layanan kuratif dengan total 13.108 penerima manfaat.

Capaian itu menunjukkan meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.

Sekaligus memperkuat peran kader, bidan, dan pemerintah gampong dalam mendukung pelayanan kesehatan yang mandiri.

Pada sesi monitoring dan evaluasi, LKC Dompet Dhuafa Aceh memaparkan berbagai capaian program.

Mulai dari indikator keberhasilan, inovasi pelayanan, praktik baik, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, hingga dampak pada masyarakat.

Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan program kesehatan berbasis masyarakat di masa mendatang.

Sebagai langkah menjaga keberlanjutan program, seluruh pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama.

Kesepakatan itu melibatkan Pemerintah Kota Sabang, Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Puskesmas Sukajaya, Pemerintah Gampong Ie Meulee, Akademi Keperawatan Ibnu Sina Sabang, serta berbagai mitra lainnya.

Melalui komitmen tersebut, seluruh pihak sepakat melanjutkan penguatan kader kesehatan, mengoptimalkan pelayanan Polindes.

Serta meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat, serta mempertahankan berbagai inovasi yang telah lahir selama program berlangsung.

Pemerintah Kota Sabang juga memberikan piagam penghargaan kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Polres Aceh Timur Sumbangkan 52 Kantong Darah ke PMI

Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan Program Bidan untuk Negeri sejak awal tidak hanya berfokus menghadirkan layanan kesehatan.

Tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan di tingkat lokal.

“Keberhasilan sebuah program tidak dari lamanya pendampingan, melainkan dari kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah untuk melanjutkan praktik-praktik baik bersama. Karena itu, keberlanjutan menjadi ruh utama Program Bidan untuk Negeri,” ujar Arfan.

Wali Kota Sabang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekdako Sabang, Drs. Kamaruddin, menyampaikan apresiasi kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN atas kontribusi mereka selama dua tahun terakhir.

“Atas nama Pemerintah Kota Sabang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN. Kami berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi dan praktik baik yang telah dihasilkan melalui Program Bidan untuk Negeri demi pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” katanya.

Apresiasi serupa datang dari Nurul Sa’dah, kader kesehatan Gampong Ie Meulee.

Baca Juga :  KPK : Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Tambahan Bayi-Ibu Hamil di Kemenkes tahap penyelidikan

Ia mengaku program tersebut meningkatkan kemampuan para kader sekaligus mempermudah warga memperoleh layanan kesehatan di Polindes.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN yang telah menghadirkan Program Bidan untuk Negeri di desa kami. Kami memperoleh banyak peningkatan kapasitas melalui pelatihan kader dan berbagai kegiatan lainnya. Kehadiran Klinik Bidan untuk Negeri juga memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan di Polindes yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Sabang, TP-PKK Kota Sabang, Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Puskesmas Sukajaya, Camat Sukajaya.

Serta Pemerintah Gampong Ie Meulee, Direktur Akademi Keperawatan Ibnu Sina Sabang, Ketua PC IBI Kota Sabang, TP-PKK Gampong Ie Meulee, Babinsa,

Bhabinkamtibmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra program.

Berakhirnya masa pendampingan menjadi awal bagi keberlanjutan program di tingkat lokal.

Sinergi yang telah terbangun harapannya mampu menjaga berbagai inovasi tetap berjalan.

Sehingga masyarakat Kota Sabang terus merasakan manfaatnya pada masa mendatang.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Warga Antusias Donor Darah Festival SMR BI Aceh

Kesehatan

Tingkatkan Kesehatan Jantung Remaja dan Perempuan, Ketua TP PKK Aceh dan Ketua YJI Bahas Kerja Sama

Aceh Barat Daya

Tim Dokter Umum RSUTP Juara Dramatisasi BHD

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Lantik Empat Kepala Puskesmas dan Pejabat Administrator

Kesehatan

Manfaatkan Program JKN, Basrizal Pulih Dari Tifus Tanpa Biaya Sepeser Pun

Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya: Warga Tetap Bisa Berobat Gratis, Tak Perlu Panik

Kesehatan

Cegah Stunting, PKK Desa Pasar Panjang Simpang Kiri Programkan Rumah Gizi

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Laksanakan Kick Off Intervensi Stunting Seluruh Posyandu