Banda Aceh – Asosiasi Keuchik Kecamatan Ulee Kareng (ASOKA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ulee Kareng dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Banda Aceh, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gampong Ilie tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, perwakilan DPRA, DPRK, serta kepala OPD terkait.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara aparatur gampong dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Keuchik Gampong Ilie, Zahlul Amri, selaku tuan rumah berharap rakor tersebut dapat menghasilkan keputusan yang mampu mempercepat pembangunan gampong sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami berharap hasil rapat koordinasi ini dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di gampong serta mendukung percepatan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam forum yang berlangsung secara terbuka itu, para keuchik menyampaikan berbagai persoalan di wilayah masing-masing.
Keuchik Gampong Lambhuk, misalnya, menyoroti kondisi sungai mati yang telah beralih fungsi menjadi lokasi pembuangan sampah. Ia juga mengungkapkan masih adanya warga yang memiliki tanah tetapi belum memiliki rumah, maupun warga yang telah memiliki rumah namun kondisi tempat tinggalnya belum layak.
Sementara itu, Mukim Simpang Tujuh Ulee Kareng menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data masyarakat prasejahtera agar program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Camat Ulee Kareng, Erry Miswar, berharap kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat dalam rakor dapat menghasilkan berbagai solusi yang mampu menciptakan keamanan, kenyamanan, dan pembangunan gampong yang berkelanjutan.
“Kita berharap program-program yang belum dapat diakomodasi dalam APBG nantinya bisa diakomodasi melalui program OPD terkait,” katanya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama aparatur gampong sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara terpadu, sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Editor: Amiruddin. MK











