BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi terkait percepatan penanganan stunting yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Banda Aceh.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Diskominfotik, serta sejumlah OPD terkait lainnya.
Dalam arahannya, Jalaluddin menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan bersama karena tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, pendidikan keluarga, hingga lingkungan.
Karena itu, menurutnya, upaya penanganan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antar instansi agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami harus terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Jalaluddin, dikutip pada Rabu (20/5/2026).
Ia menambahkan, penguatan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai intervensi, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan edukasi gizi, hingga pendampingan masyarakat di tingkat gampong.
Sementara itu, BP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penanganan stunting di daerah.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting memerlukan langkah terpadu dan berkelanjutan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan serta partisipasi aktif masyarakat.
“Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, berbagai indikator kesehatan masyarakat, termasuk penurunan stunting, dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus memperkuat koordinasi antar lembaga agar setiap program intervensi mampu menjangkau kelompok sasaran secara optimal.
Melalui semangat bergerak bersama, Pemko Banda Aceh berharap upaya penanganan stunting dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat serta berdaya saing. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











