Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Mus Seudong Dorong Prioritas Beras Lokal, Bupati Safaruddin Pastikan Stok Aman dan Minta Dapur MBG Serap Hasil Petani

mm Teuku Nizar

Bupati Safaruddin bersama Mus Seudong melihat langsung beras hasil gilingan di kilang pada Laris. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Bupati Safaruddin bersama Mus Seudong melihat langsung beras hasil gilingan di kilang pada Laris. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya – Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk. Mustiari Mus Seudong, mendorong pemerintah agar memprioritaskan penyerapan dan distribusi beras lokal.

Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Mus Seudong menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog, Pasar Kota Blangpidie, dan Kilang Padi Laris, Selasa (4/8/2026).

Menurut Mus Seudong, Abdya memiliki beras lokal berkualitas premium yang mampu bersaing dengan beras dari luar daerah.

Keunggulan tersebut ditambah dengan keberadaan dua kilang padi modern yang telah memenuhi standar kualitas dan menjadi mitra Bulog.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Penyelesaian Tuntutan Ojek Daring

“Kalau kualitas beras kita sudah sangat baik, tentu pemerintah harus memberikan prioritas kepada hasil produksi petani lokal. Langkah ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Mus Seudong.

Ia mengatakan, pemerintah perlu memperkuat sinergi dengan Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi agar hasil panen petani terserap secara optimal.

Dengan demikian, petani memperoleh kepastian pasar dan harga gabah tetap stabil saat musim panen.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, memastikan stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepastian itu setelah meninjau langsung ketersediaan beras di gudang Bulog serta memantau distribusi di lapangan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Tinjau Pengerjaan Venue PON XXI di Sabang

Safaruddin menjelaskan, pemerintah daerah terus mengawasi ketersediaan pangan agar pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Selain memastikan stok aman, Safaruddin meminta seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Abdya menggunakan beras hasil produksi petani lokal.

Menurutnya, program MBG harus memberi manfaat yang lebih luas, tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan hasil panen petani.

“Kita ingin manfaat program MBG rasakan langsung oleh petani. Karena itu, Satgas MBG harus memastikan setiap dapur SPPG di Abdya menyerap beras lokal,” tegas Safaruddin.

Baca Juga :  Majelis Tuha Peut KPA Bantah Pernyataan Panglima Doe

Ia menilai, kebijakan tersebut akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan petani.

Sekaligus menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi beras lokal.

Dalam sidak tersebut, rombongan meninjau stok beras di gudang Bulog, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Kota Blangpidie.

Serta melihat langsung proses penggilingan dan kualitas beras di Kilang Padi Laris.

Pemerintah berharap sinergi antara Bulog, Satgas MBG, pengelola dapur SPPG, dan pelaku usaha penggilingan padi mampu memperkuat ekosistem pangan daerah.

Sehingga hasil produksi petani Aceh Barat Daya menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan beras di seluruh dapur MBG di kabupaten tersebut.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Menteri LHK : 95% Hutan Gambut SM Rawa Singkil di Aceh, Tetap Utuh

Aceh Timur

Pj Bupati Aceh Timur Lakukan Peluncuran Gerakan Pangan Murah

Pemerintah

Pj Sekda Aceh Dampingi Wantimpres Tinjau Pembangunan Stadion Harapan Bangsa 

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Serahkan Dua Unit Rumah Konstruksi Tahan Gempa untuk Yatim dan Dhuafa

Pemerintah

Semua Mobil Dinas Pemerintah Aceh Ditempel Stiker Kampanye PON

Nasional

Kemendagri Dorong Wakaf Jadi Instrumen Strategis Pembangunan Daerah

Daerah

Mendagri Tito Ungkap Strategi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatra

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Sembelih 38 Ekor Kerbau untuk Qurban