Home / Advetorial / Banda Aceh / Pendidikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Museum Tsunami Aceh Buka Pameran “Jejak Ingatan”, Telusuri Sejarah Tsunami dari Hikayat hingga Teknologi

mm Redaksi

Pengunjung melihat berbagai materi edukasi dalam pameran “TSUNAMI: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” yang mengangkat transformasi ingatan masyarakat Aceh tentang tsunami dari tradisi lisan hingga teknologi digital, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pengunjung melihat berbagai materi edukasi dalam pameran “TSUNAMI: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” yang mengangkat transformasi ingatan masyarakat Aceh tentang tsunami dari tradisi lisan hingga teknologi digital, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – UPTD Museum Tsunami Aceh resmi membuka pameran temporer terbaru bertajuk “TSUNAMI: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” bertempat di Ruang Pameran Temporer Museum Tsunami Aceh, Senin (25/5/2026). Pameran ini mengupas tuntas transformasi panjang bagaimana memori kolektif masyarakat Aceh tentang bencana tsunami berevolusi dari tradisi tutur masa lalu menjadi basis data teknologi modern.

​Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar, menyatakan bahwa pameran ini bukan sekadar refleksi masa lalu, melainkan upaya krusial dalam membangun kesiapsiagaan masa depan.

Baca Juga :  AMPAS Adakan Konsolidasi Aksi Galang Dana
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, memberikan keterangan saat peresmian pameran temporer “TSUNAMI: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” di Museum Tsunami Aceh, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Tsunami adalah peristiwa yang meninggalkan jejak mendalam pada ingatan manusia. Melalui pameran ini, kita melihat bagaimana ingatan yang dulunya disimpan dalam hikayat dan tradisi lisan, kini bertransformasi menjadi metadata yang dibaca oleh sistem teknologi demi menyelamatkan kehidupan,” ujarnya di sela-sela peresmian pameran yang turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh.

​Pameran temporer ini secara apik dibagi menjadi dua sub-tema utama yang merepresentasikan perjalanan waktu mitigasi bencana di tanah Rencong.

​Zona Tradisi Lisan & Tulisan: Bagian ini menyajikan bukti sejarah dan ingatan masa lalu, termasuk visualisasi ilmiah “Jejak Tsunami Purba di Gua Ek Leuntie, Pesisir Pantai Aceh Besar”. Penelitian lapisan sedimen di gua tersebut membuktikan secara empiris bahwa tsunami besar telah melanda Aceh berulang kali selama ribuan tahun jauh sebelum peristiwa tahun 2004, yang kemudian diwariskan leluhur melalui cerita rakyat dan hikayat.

Baca Juga :  Kwarcab Aceh Barat Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Tingkatkan Literasi Digital Pramuka
Suasana pameran temporer “TSUNAMI: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” di Museum Tsunami Aceh yang menggabungkan sejarah, penelitian tsunami purba, kearifan lokal, dan teknologi mitigasi bencana, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

​Zona Metadata (Masa Kini): Menyajikan implementasi teknologi mutakhir dalam mitigasi bencana. Pengunjung dapat melihat panel interaktif mengenai “Alat Pendeteksi Tsunami Masa Kini”, yang menampilkan visualisasi sistem peringatan dini, pengolahan data sensor laut, serta teknologi berbasis kecerdasan digital yang digunakan global saat ini.

Baca Juga :  Tantangan Pencari Kerja di Banda Aceh Kian Kompleks di Tengah Persaingan Ketat

​Melalui pendekatan edukatif yang memadukan bukti arkeologis, manuskrip sejarah, dan perangkat digital interaktif, pameran ini diharapkan dapat memperkuat nilai smong (kearifan lokal) sekaligus meningkatkan literasi sains masyarakat terhadap risiko bencana global.

​Pameran Temporer “Tsunami Jejak Ingatan: Dari Hikayat ke Metadata” terbuka untuk masyarakat umum, akademisi, serta wisatawan domestik dan mancanegara selama periode pameran berlangsung. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Begini Mekanisme Penyaluran Beasiswa Anak Yatim oleh Dinas Pendidikan Aceh

Advetorial

Pentas Urban Art Sukses, Kolaborasi Seniman Aceh-Jabar Buat Penonton Terpukau

Pemerintah Aceh

Plt Kadisdik Aceh Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Potensi Lokal di Bener Meriah

Pendidikan

Mengenali Hukum Adat Laot Dari Kacamata MAA Aceh

Advetorial

Kepala DPKA Sebut Gerakan Aceh Membaca Mampu Tingkatkan Minat Baca

Opini

Murid Bukan Gelas Kosong

Kesehatan

Bunda PAUD Aceh Ajak Orang Tua Rutin Beri Anak Konsumsi Ikan untuk Dukung Kecerdasan Otak

Pemerintah Aceh

Marthunis Pamit, Murthalamuddin Siap Lanjutkan Misi Pendidikan Aceh