Home / Aceh Barat Daya / Ekbis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Harga Komoditas Abdya 18 Agustus: Cabai Rawit Rp80 Ribu, Daging Sapi Rp170 Ribu per Kilogram

mm Teuku Nizar

Komunitas pangan di Pasar Kota Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Komunitas pangan di Pasar Kota Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya — Harga sejumlah komoditas pokok di pasar tradisional Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Selasa, 18 Agustus 2026, menunjukkan variasi.

Sementara itu, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mencatat harga cukup tinggi, yakni Rp80 ribu per kilogram.

Berdasarkan Data Informasi Harga Komoditi Pokok Kabupaten Abdya dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, harga beras premium berada pada angka Rp16.500 per kilogram.

Selanjutnya, harga daging sapi mencapai Rp170 ribu per kilogram.

Sedangkan, daging ayam ras berada pada harga Rp37.500 per kilogram dan ikan kembung sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga :  SaKA Minta Jalan Cot Mane - Guhang Diusut

Di sisi lain, komoditas hasil laut lainnya, yakni udang, berada pada harga Rp100 ribu per kilogram.

Namun, stok udang di sejumlah pasar tercatat berkurang sehingga kondisi pasokan perlu menjadi perhatian.

Kemudian, untuk kebutuhan dapur, minyak goreng premium berada pada harga Rp25 ribu per liter.

Sementara itu, telur ayam ras mencapai Rp50 ribu per papan berisi 30 butir, harga telur tersebut setara dengan sekitar Rp1.667 per butir.

Berikutnya, harga cabai merah berada pada angka Rp36 ribu per kilogram.

Adapun cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogram dan mengalami kenaikan dari pemasok.

Selain itu, bawang merah berada pada harga Rp25 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Pimpin PBSI Aceh, Dr. Safarudin Fokus Pembinaan Usia Dini

Pada saat yang sama, bawang putih mencapai Rp40 ribu per kilogram. Kemudian, gula pasir dijual Rp20 ribu per kilogram, sedangkan tepung terigu berada pada harga Rp15 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pangan lainnya, harga mi instan tercatat Rp3.500 per bungkus.

Sementara itu, susu bubuk Dancow ukuran 400 gram mencapai Rp53 ribu per kotak.

Sedangkan susu kental manis ukuran 400 gram berada pada harga Rp44 ribu per kotak.

Tidak hanya itu, harga tempe mencapai Rp15 ribu per kilogram dan tahu Rp10 ribu per kilogram.

Selanjutnya, pisang dijual Rp15 ribu per kilogram, sementara jeruk berada pada harga Rp20 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Partai Aceh Usung Jufri-Fakhruddin

Di tengah kondisi tersebut, Diskop UKM Perindag Abdya mengingatkan masyarakat bahwa harga komoditas dapat berubah sewaktu-waktu.

Hal itu mengikuti kondisi pasokan serta perubahan harga dari pemasok.

Dengan demikian, informasi harga tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Abdya.

Selain kondisi pasokan, distribusi juga turut memengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas.

Terutama, bahan pangan yang pasokannya bergantung pada pemasok dari luar daerah berpotensi mengalami perubahan harga mengikuti ketersediaan barang dan biaya distribusi.

Adapun data harga tersebut berlaku untuk Selasa, 18 Agustus 2026, sebagaimana tercantum dalam informasi resmi harga komoditas pokok Kabupaten Aceh Barat Daya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Ekbis

Harga kelapa mencekik rakyat, Pemerintah Akan Kenakan Pungutan Ekspor

Ekbis

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

Aceh Barat Daya

Kadin Abdya Soroti Dugaan Bulog Abaikan Kilang Lokal

Aceh Barat Daya

Dibuka Wabup, Musda MPU Abdya Tetapkan Ketua Baru

Ekbis

Perkuat Jejak Global di Arab Saudi, BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang Luar Negeri untuk Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Indonesia

Aceh Barat Daya

Panglima Do Klarifikasi Pernyataan Jubir DPW Partai Aceh Abdya

Aceh Barat Daya

PT CA Digeledah, Tim Gabungan Kejari Aceh dan Kejari Abdya Bawa Sejumlah Dokumen

Aceh Barat Daya

Bupati Abdya Safaruddin Ucapkan Selamat HUT ke-24 Nagan Raya, Dorong Semangat Membangun Daerah