Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM meresmikan sekaligus menyerahkan Rumah Layak Huni (RLH) bantuan Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) kepada masyarakat di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, Rabu (19/8/2026).
Rumah tersebut menjadi RLH perdana yang dibangun FTPAB melalui dana sumbangan para anggota dan pengurus yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat Aceh Barat.
Tarmizi mengatakan, keberadaan FTPAB menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan warga di Aceh Barat.
“Seluruh masyarakat Aceh Barat bergabung dalam forum ini kemudian kita jadikan forum ini untuk melibatkan semua pihak yang peduli terhadap daerah dan bersedekah setiap Jumat sore,” kata Tarmizi.
Menurutnya, para anggota FTPAB memberikan sumbangan secara sukarela dengan nominal yang berbeda-beda. Ia berharap jumlah anggota forum terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat.
“Semakin banyak yang terlibat dan peduli terhadap masyarakat maka semakin banyak juga orang yang beribadah serta bersedekah. Itu baik untuk daerah,” ujarnya.
Tarmizi berharap bantuan FTPAB ke depan tidak hanya difokuskan pada pembangunan rumah bagi warga kurang mampu, tetapi juga dapat diperluas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kebutuhan sosial lainnya.
Ia menyebutkan, saat ini masih terdapat sekitar 800 unit rumah layak huni yang dibutuhkan masyarakat di Aceh Barat. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mencari berbagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Tahun ini kita targetkan ada sebanyak 100 unit RLH yang akan dibangun di Aceh Barat,” kata Tarmizi.
Selain pemerintah, pihak perusahaan juga telah diajak berpartisipasi dalam program tersebut. Sejumlah perusahaan, kata Tarmizi, telah menyatakan komitmen untuk membangun rumah layak huni dengan jumlah yang berbeda-beda.
“Ada yang menyatakan akan membangun 5, 10 dan 20 RLH, walau nanti mereka yang membangun sendiri,” ujarnya.
FTPAB Tekan Biaya Pembangunan
Sementara itu, Ketua FTPAB Adami Umar mengatakan pembangunan RLH dilakukan dengan prinsip efisiensi karena dana yang digunakan merupakan dana amanah dari masyarakat dan tidak berorientasi keuntungan.
Menurutnya, biaya pembangunan satu unit RLH dengan tipe yang sama lebih rendah dibandingkan pembangunan rumah secara komersial.
“Lebih hemat karena ini dana amanah dan bebas dari keuntungan. Kalau yang lain biasanya ada rekanan dan rekanan ada keuntungannya, kemudian ada belanja-belanja yang kena pajak. Kalau kita bebas dari pajak dan biaya operasional,” jelas Adami.
Ia menyebutkan, pembangunan satu unit RLH menghabiskan dana sekitar Rp118,84 juta. Sementara pembangunan rumah dengan tipe yang sama secara borongan diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp122 juta berdasarkan harga saat ini.
Adami mengatakan FTPAB sebenarnya memiliki sejumlah divisi lain, seperti beasiswa dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, untuk tahap awal, pihaknya memilih memprioritaskan pembangunan rumah karena masih banyak masyarakat yang tinggal di hunian tidak layak.
“Kita fokus bangun rumah karena terlalu banyak masyarakat kita yang tinggal di tempat yang tidak layak. Nanti kita desain beasiswa dan segala macamnya,” katanya.
Usai meresmikan RLH di Kecamatan Woyla Barat, Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau lokasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek.
Editor: Amiruddin. MK

























