Aceh Jaya – Operasi pencarian terhadap Suheri (64), warga Depok yang hilang setelah sampan yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak besar di perairan laut Desa Keude Unga, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.
Penghentian operasi dilakukan setelah tim gabungan melakukan pencarian dan penyisiran secara intensif di wilayah perairan laut hingga sepanjang garis pantai. Namun, hingga hari ketujuh, Suheri belum ditemukan.
Plt Kalak BPBK Aceh Jaya, Irma Hanum, saat dikonfirmasi awak media NOA.co.id melalui sambungan seluler, Selasa (22/9/2026), mengatakan pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan memperluas wilayah penyisiran hingga 16 mil laut dari lokasi kejadian.
“Pencarian sudah kita lakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran hingga 16 mil dari lokasi kejadian,” ujar Irma Hanum.
Menurutnya, penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah perairan laut, termasuk kawasan Laut Subang, serta sepanjang garis pantai yang dinilai memungkinkan untuk dilakukan pencarian.
Namun, hingga batas waktu operasi, tim gabungan belum menemukan keberadaan Suheri. Operasi pencarian kemudian dihentikan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Irma Hanum menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian, yakni Basarnas, BPBK, TNI/Polri, Panglima Laot, serta masyarakat setempat.
Meski operasi SAR telah dihentikan, masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan laut Aceh Jaya, khususnya wilayah Keude Unga, diimbau tetap melaporkan kepada petugas apabila menemukan informasi atau tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan Suheri.
Informasi dari masyarakat nantinya dapat ditindaklanjuti petugas apabila ditemukan perkembangan baru terkait keberadaan korban.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi










