Home / Pemko Banda Aceh / Peristiwa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:52 WIB

Wali Kota Illiza Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, Minta SOP Keselamatan Diperketat

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membesuk korban letupan KMP Aceh Hebat 2 yang menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membesuk korban letupan KMP Aceh Hebat 2 yang menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membesuk para korban letupan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Illiza didampingi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, beserta sejumlah pejabat terkait. Mereka menyambangi ruang perawatan korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada para korban dan keluarganya.

Berdasarkan data yang diterima, terdapat 15 korban dalam insiden tersebut, terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan satu orang anak buah kapal (ABK). Seluruh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat letupan tabung tekanan hidrolik di ruang mesin kapal.

Baca Juga :  Kemlu RI : 60 WNI dari Iran telah kembali ke tanah air

“Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali,” ujar Illiza saat menyapa para korban.

Ia juga meminta pihak RSUDZA memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal agar seluruh korban memperoleh penanganan medis terbaik.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kepada pihak keluarga, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran,” katanya.

Baca Juga :  Kemlu RI : 48 WNI yang di evakuasi dari Iran Tiba di Tanah Air Hari Ini

Selain menyampaikan empati, Illiza berharap penyebab insiden tersebut dapat diungkap secara menyeluruh oleh aparat yang berwenang.

Menurutnya, evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Segala SOP juga perlu diperkuat demi mencegah kejadian serupa pada masa mendatang,” tegasnya.

Ia juga menilai musibah tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar apabila terjadi saat kapal sedang berlayar.

Baca Juga :  Hindari Tabrakan dengan Mobil Lain, Toyota Yaris Tabrak Pohon Asam

“Untungnya musibah ini terjadi saat kapal bersandar di pelabuhan. Tentu situasinya akan jauh lebih berbahaya jika posisi kapal sedang berada di tengah laut,” ujarnya.

Sebagai informasi, letupan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh–Sabang sekitar pukul 12.00 WIB saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue.

Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis Polresta Banda Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Dugaan korupsi pengadaan laptop Rp 9,9 triliun, Nadiem Siap Dipanggil Kejagung

Daerah

SPS Aceh Minta Pemerintah Pusat Percepat Penanganan Bencana

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Tinjau Pasar Murah Bersubsidi, 800 Kupon Dibagikan

Daerah

Pemerintah : 4.263 Unit Huntara Rampung di Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Ekbis

Wali Kota Illiza Terima Audiensi Pimpinan BUMN Area Aceh, Bahas Sinergi untuk Pembangunan Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Peringati Harganas 2026, Illiza: Keluarga Tangguh Kunci Bonus Demografi Indonesia

Hukrim

Perkembangan Proses Pidana Oknum Jaksa di Kejari Hulu Sungai Utara dan Enrekang

Nasional

256 Ribu Kendaraan Balik ke Jakarta, Kakorlantas: Tertinggi Sepanjang Sejarah