Home / Pendidikan

Kamis, 24 September 2026 - 14:59 WIB

UICI Gandeng Yayasan Bani Syech Nuryayi Garut, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Inklusif Berbasis Digital

mm Poppy Rakhmawaty

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UICI dan Yayasan Syech Bani Nuryayi pada Rabu, 23 September 2026.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UICI dan Yayasan Syech Bani Nuryayi pada Rabu, 23 September 2026.

GARUT – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) terus mengukuhkan komitmennya dalam meruntuhkan sekat geografis dan sosial-ekonomi di dunia pendidikan. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UICI dan Yayasan Bani Syech  Nuryayi pada Rabu, 23 September 2026. Suatu yayasan yang pendidikan dasar dan menengahnya sudah hampir di seluruh Indonesia.

Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat di kompleks Yayasan Bani Syech  Nuryayi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan langsung oleh Rektor UICI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., bersama Ketua Yayasan Bani Syech Nuryayi, K.H. Aceng Abdul Mujib, serta disaksikan oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak.

K.H. Aceng Abdul Mujib merupakan ulama kharismatik asal Garut yang memimpin Pondok Pesantren Fauzan sekaligus tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut. Kehadiran beliau bersama jajaran pengurus yayasan mempertegas dukungan kuat dari komunitas pesantren terhadap inovasi pendidikan tinggi digital yang diusung UICI.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Mualem: Al-Qur’an Akan Jadi Prioritas Utama dalam Pendidikan dan Seleksi TNI/Polri di Aceh

Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menyambut antusias kemitraan ini sebagai wujud nyata keberpihakan perguruan tinggi pada pemberdayaan potensi daerah.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut hangat kerja sama dengan Yayasan Bani Syech Nuryayi. Kemitraan ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman dan kemajuan teknologi digital bisa berjalan selaras. UICI ingin memastikan bahwa para santri dan generasi muda di Garut memiliki kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan tanpa harus meninggalkan akar tradisi pesantren yang kokoh. Komitmen UICI TO REACH THE UNREACHABLE terus digalakkan” ujar Prof. Asep.

Melalui kolaborasi ini, UICI semakin mempertegas misinya sebagai A Digital University yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan. Kerja sama ini secara khusus membidik para santri pondok pesantren, lulusan SMK, serta peserta didik dari lembaga pendidikan vokasi agar dapat melanjutkan studi ke jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka.

Baca Juga :  Murid Bukan Gelas Kosong

Secara geografis, perkuliahan berbasis AI-Class yang fleksibel di UICI menjadi solusi nyata bagi masyarakat di perdesaan. Para santri dan pelajar di Kabupaten Garut kini memiliki kesempatan emas untuk menguasai disiplin ilmu digital modern. Program studi di UICI tersedia mulai dari Bisnis Digital, Sains Data, Informatika, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Teknik Industri, hingga Teknologi Industri Pertanian. UICI juga menghadirkan pendidikan tinggi dengan biaya yang sangat terjangkau serta waktu belajar yang fleksibel.

Menutup momen berharga ini, Prof. Asep turut mengajak seluruh calon mahasiswa, santri, dan masyarakat luas untuk mengambil peran dalam ekosistem pendidikan digital UICI.

Baca Juga :  Tiga Sekolah Tinggi Al Washliyah Banda Aceh Jalin Kerjasama dengan Kolej Universiti Darul Qur'an Islamiyyah (KUDQI) Malaysia

“Pendidikan adalah kunci transformasi diri dan daerah. Kami mengundang seluruh putra-putri terbaik bangsa, para santri, serta lulusan vokasi di seluruh pelosok Indonesia untuk melangkah bersama kami pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 12 UICI yang akan dibuka pada akhir tahun 2026 ini. Mari wujudkan mimpi meraih gelar sarjana dan menjadi talenta digital unggulan langsung dari daerah masing-masing,” pungkas Prof. Asep.

Sinergi antara UICI dan Yayasan Bani Syech Nuryayi ini diharapkan dapat melahirkan generasi insan cita yang tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga adaptif dan berdaya saing di era transformasi digital. “Insya Allah, yakin usaha sampai,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Advetorial

Raih Juara Satu NSDC Tingkat Provinsi, Siswa Banda Aceh Tampil di Nasional

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Pantau Seleksi Guru Beut Bak Sikula, Targetkan Tenaga Pengajar Berkualitas

Pendidikan

Kadisdik Ajak Lulusan Politeknik Aceh Ciptakan Lapangan Kerja melalui Inovasi Teknologi

Aceh Barat Daya

Ironi Pendidikan: SMP Negeri 3 Blangpidie Hanya Miliki 18 Siswa

Pendidikan

Gubernur Aceh Dorong Universitas Al-Muslim Jadi Pusat Inovasi dan Penggerak SDM Unggul

Aceh Barat

Bunda PAUD Aceh Barat Serahkan Bantuan APE ke Enam Sekolah untuk Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

Advetorial

Sertijab Kepala Dinas Pendidikan Aceh Penuh Keakraban

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Imbau Sekolah Cegah Bullying Selama MPLS