Home / Advetorial / Pendidikan

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:04 WIB

Sertijab Kepala Dinas Pendidikan Aceh Penuh Keakraban

mm Redaksi

Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Aceh antara Drs. Alhudri, MM dengan Marthunis, S.T., D.E.A di Aula Disdik Aceh berlangsung penuh keakraban. Rabu, 22 Mei 2024. (Foto: Disdik Aceh)

Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Aceh antara Drs. Alhudri, MM dengan Marthunis, S.T., D.E.A di Aula Disdik Aceh berlangsung penuh keakraban. Rabu, 22 Mei 2024. (Foto: Disdik Aceh)

Banda Aceh – Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Aceh antara Drs. Alhudri, MM dengan Marthunis, S.T., D.E.A di Aula Disdik Aceh berlangsung penuh keakraban. Rabu, 22 Mei 2024.

Marthunis yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi menjabat kepala Dinas Pendidikan Aceh menggantikan Alhudri yang dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerjasama.

Sertijab yang turut dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon III, IV, staf Disdik Aceh, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Alhudri sudah menjabat selama 3 tahun 4 bulan 19 hari itu kerap melemparkan candaan yang membuat seisi ruangan bergemuruh dengan tepuk tangan dan gelak tawa.

Marthunis dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Alhudri yang hadir bersama istri, Malawani, SE dan meminta bimbingan selama ini menjabat kepala dinas pendidikan Aceh nantinya.

Baca Juga :  Orang Hutan Hingga The Budi Hentak Music Festival Panggung Koetaradja

Sebagai kepala dinas yang bukan dari latar belakang pendidikan, ia berharap, dengan pengalaman Alhudri selama menjabat, serta kolaborasi dengan semua pihak, upaya membangun pendidikan Aceh kedepannya dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Alhudri dan ibu, dan kami masih mohon bimbingan dari pengalaman bapak menjabat, terus terang saya agak lain, karena bagroundnya tidak pernah pendidikan. mudahan-mudahan dengan pengalaman Pak Alhudri, dukungan rekan-rekan, kolaborasi bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Marthunis mengaku, pendidikan dasarnya adalah madrasah, semoga ini bisa memperkuat pendidikan islami, karena saat ini Pemerintah Aceh sedang mengkombinasikan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama.

Marthunis mengaku akan melanjutkan pondasi baik yang selama ini telah diletakkan oleh Alhudri dalam membangun pendidikan Aceh, karena itu ia meminta bimbingan dari Alhudri selaku pendahulu, dan dukungan dari semua pihak. Menurut Marthunis, hal ini penting agar pendidikan Aceh dapat terus maju dan sesuaikan dengan desain yang ada, seperti Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Air Terjun Lhok Jok Pidie, Surga Tersembunyi Bagi Pecinta Alam

“Pak Alhudri telah meletakkan fondasi, sehingga tugas kami selanjutnya hanya meletakkan bata-bata selanjutnya di atas bata yang sudah ada. Jadi Bukannya kita membentuk fondasi baru lagi. Saya kira pondasi yang sudah kokoh dibangun kita akan lanjutkan,” katanya.

Sementara itu Alhudri dalam sambutannya meminta maaf kepada semua pihak jika selama menjabat ia pernah menyinggung perasaan, kepentingan, atau bahkan harapan. Semua itu karena ia hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa. “Saya beserta istri memohon maaf setinggi-tingginya,” kata Alhudri.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Buka Al-Fityan Science Innovation and Art (ASIA) 2024

Alhudri mengaku bersyukur atas kebijakan Pj. Gubernur Aceh menjadikan Marthunis sebagai kepala Dinas Pendidikan Aceh menggantikan dirinya. Menurut Alhudri, Marthunis adalah orang baik, dan pekerja yang ikhlas. Ia percaya, lulusan The Andrew Young School of Policy Studies – USA itu mampu mengemban tugas dalam memajukan pendidikan Aceh menjadi lebih baik.

“Sekarang Pak Marthunis (Kadis Pendidikan) mohon dibantu. Beliau ini tulus, saya bersyukur atas kebijakan ini, saya haqqul yakin beliau bisa meneruskan,” katanya.

Terkait latar belakang pendidikan, menurut Alhudri hal itu tidak menjadi persoalan. Hal itu telah dibuktikan oleh dirinya. Sebagai seorang pamong praja Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (sekarang IPDN) ia juga sempat ragu. “Tapi bukan itu masalahnya. Semuanya ada di niat. Jika niat kita baik, maka semua ada jalan,” kata Alhudri. (Adv)

Editor: Gito Rolis

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Trauma Healing Pascabencana, 75 Anak di Aceh Tengah Ikuti Dukungan Psikososial Save the Children

Aceh Besar

Kadisdikbud Aceh Besar Terima Kunjungan IGTKI, Bahas Penguatan Mutu PAUD

Advetorial

Kadisbudpar Aceh: Turis Asing Meningkat pada Agustus, Capai 3.042 Orang

Advetorial

Disdukcapil: Nama Muhammad dan Cut Aisyah Jadi Nama Favorit Bayi di Banda Aceh

Kesehatan

Terkait Vaksinasi Siswa, Kadisdik Ultimatum Kepala Sekolah

Daerah

Komisi VI DPRA menerima aspirasi yang disampaikan oleh Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS) Provinsi Aceh

Advetorial

Pantai Pelangi, Destinasi Wisata Favorit Warga Pidie

Advetorial

Kemenkes terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional sesuai Standar WHO