Aceh Barat Daya – Pekerjaan tambal sulam jalan di depan Toko Mas Diamond, pusat Kota Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), kembali memunculkan persoalan.
Baru sekitar 10 hari setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdya melakukan perbaikan, lubang kembali muncul di titik yang sama.
Pantauan pada Minggu (4/10/2026) menunjukkan permukaan jalan kembali rusak.
Kondisi itu terlihat tidak lama setelah PUPR Abdya menangani titik tersebut pada Kamis (24/9/2026).
Rentang waktu yang sangat singkat antara pekerjaan dan munculnya kembali kerusakan membuat efektivitas penanganan jalan tersebut menimbulkan pertanyaan.
Alih-alih menyelesaikan persoalan, tambal sulam yang baru berjalan sekitar 10 hari justru kembali menghadirkan lubang di lokasi yang sama.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran pekerjaan tersebut hanya menjadi solusi sementara yang berulang tanpa menyentuh akar persoalan kerusakan jalan.
Jika pemerintah kembali melakukan penambalan dengan pola yang sama, biaya dan tenaga berpotensi terus terserap untuk pekerjaan yang tidak bertahan lama.
Karena itu, evaluasi terhadap metode pekerjaan, kondisi lapisan dasar jalan, material, hingga sistem drainase menjadi penting sebelum PUPR melakukan penanganan berikutnya.
Persoalan tersebut semakin mendapat sorotan karena titik kerusakan berada di kawasan pusat Kota Blangpidie yang ramai lalu-lalang kendaraan.
Lokasinya juga berada di sekitar tikungan. Lubang yang kembali muncul dapat mengganggu pengendara.
Terutama saat malam hari atau ketika hujan menutup permukaan jalan dengan genangan.
Seorang warga yang melintas di lokasi tersebut meminta PUPR tidak sekadar kembali menutup lubang yang muncul.
“Kalau baru sekitar 10 hari sudah berlubang lagi, berarti harus ada evaluasi. Jangan hanya tambal setiap kali rusak, tetapi penyebabnya tidak ada pemeriksaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kualitas dan metode pekerjaan sebelum mengeluarkan anggaran untuk penanganan berikutnya.
“Kalau terus seperti ini, masyarakat melihatnya sebagai pekerjaan yang sia-sia karena masalahnya kembali muncul di tempat yang sama,” katanya.
Warga berharap PUPR Abdya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalan tersebut.
Pemerintah juga perlu memastikan penanganan berikutnya benar-benar menyelesaikan persoalan, bukan sekadar memindahkan masalah hingga kerusakan kembali muncul.
Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi, mengatakan pihaknya akan menjadikan ruas jalan tersebut sebagai salah satu fokus penanganan.
“Insya Allah tahun ini akan kita rehab total jalan tersebut. Kami juga telah melakukan beberapa perbaikan sementara. Semoga pelaksanaan tahun ini tidak mengalami kendala,” kata Rahwadi.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban PUPR atas kondisi jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat.
Namun, rencana rehabilitasi total juga menjadi penting untuk memastikan persoalan tidak kembali berulang.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar













