Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe memperkuat pengenalan literasi kepada anak sejak usia dini melalui Festival Literasi 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal buku, berinteraksi, serta menumbuhkan minat membaca melalui pendekatan belajar sambil bermain.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, hadir langsung dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Senin, 2 November 2026.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemko Lhokseumawe terhadap penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam tahap awal perkembangan kemampuan belajar.
Dalam kegiatan itu, Yulinda secara khusus mengajak sekitar 30 anak PAUD untuk mengenal buku dan membangun kecintaan terhadap membaca. Ia juga mendorong agar Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe semakin dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan literasi bagi anak-anak.
Menurut Yulinda, kebiasaan membaca perlu diperkenalkan sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak tidak cukup hanya diminta membaca, tetapi juga perlu diberikan pengalaman berinteraksi dengan buku, bercerita, bertanya, dan menyampaikan pendapat.
Melalui dialog sederhana, anak-anak diajak mengenal buku, berbagi pengalaman mengenai kebiasaan membaca, serta menjawab pertanyaan. Interaksi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri.
Wali Kota Sayuti Abubakar bersama Sekretaris Daerah A. Haris, para asisten, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut berinteraksi langsung dengan anak-anak. Suasana berlangsung akrab ketika anak-anak mendapat kesempatan berdiskusi dan menerima bingkisan dalam kegiatan belajar sambil bermain.
Festival Literasi 2026 juga menghadirkan berbagai stan yang menjadi ruang interaksi bagi pengunjung dan peserta. Mereka saling menyapa, memperkenalkan karya, serta berbagi informasi mengenai kegiatan dan produk literasi yang dibawa.
Bagi Pemko Lhokseumawe, penguatan literasi anak perlu dibangun melalui lingkungan yang mendukung. Keluarga, sekolah, dan perpustakaan memiliki peran penting dalam memperkenalkan pengetahuan serta membiasakan anak berinteraksi dengan bahan bacaan.
Karena itu, keberadaan perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat meminjam dan membaca buku, tetapi juga ruang belajar yang terbuka bagi anak-anak dan masyarakat. Kegiatan seperti festival literasi dapat menjadi salah satu cara mendekatkan layanan perpustakaan kepada warga.
Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemko Lhokseumawe memiliki ruang untuk memperluas pengenalan literasi melalui kegiatan edukatif yang melibatkan anak, keluarga, sekolah, dan komunitas.
Festival Literasi 2026 menjadi salah satu upaya memperkenalkan pentingnya membaca sejak dini. Harapannya, kebiasaan tersebut tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak di Kota Lhokseumawe.
Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan fasilitas perpustakaan yang dimanfaatkan secara optimal, budaya membaca diharapkan semakin berkembang sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berpengetahuan, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















