Home / Advetorial

Jumat, 4 November 2022 - 18:28 WIB

Kadisbudpar Aceh Ajak Masyarakat Ikuti Aksi Meuseuraya Penyelematan Situs Sejarah

mm Redaksi

NOA | Aceh Selatan – Untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, membersihkan situs makam peninggalan sejarah di Kawasan Gampong Ulee Tui, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat, 4 November 2022.

Aksi meuseuraya (gotong royong) tersebut turut melibatkan prajurit Kodam Iskandar Muda (IM), Polda Aceh, Satpol PP, pegiat sejarah, arkeolog, dan perangkat desa setempat.

Almuniza mengatakan, kegiatan ini dilakukan rutin setiap Jumat dan dimotori oleh Kepala Perhubungan Kodam (Hubdam ) IM, Kolonel Jun H Mastra. Selama ini, sasaran meuseuraya nisan kuno kerap dilakukan di pelosok desa di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.

Baca Juga :  Kadisbudpar Aceh dan Pj Walkot Sabang Diskusi dengan Pelaku Perjalanan Pariwisata, Ini Isinya

“Hari ini saya bersama teman-tenan TNI, Polri dan masyarakat sekitar melakukan rehab bersama terhadap kuburan para syuhada, ulama kita terdahulu,” kata Almuniza.

Ia menuturkan, mencintai negeri bisa dengan cara apa pun, termasuk peduli terhadap apa yang ditinggalkan pada masa lalu.

Dengan begitu, kata dia, peningalan sejarah ini harus dirawat dan dilestarikan agar generasi ke depan bisa mempelajari dan mengetahui kisah para ulama dan raja Aceh.

Baca Juga :  Pelaku Ekraf Asal Aceh Benchmarking ke Jawa Barat

Untuk itu, Almuniza mengajak masyarakat Aceh untuk ikut serta merawat makam para ulama Aceh yang masih banyak tercecer di sudut kota maupun di pelosok desa.

“Mari rekan-rekan kita cintai negeri ini dengan peduli terhadap apa yang sudah ditinggalkan masa lalu, dengan selalu datang ke makam dan membersihkannya. Insyaallah, Allah akan merahmati dan selalu melimpahkan rezeki untuk kita,” ucapnya.

Selain ke Desa Ulee Tui, Almuniza bersama Kahubdam IM, Kolonel Jun H Mastra, berkesempatan meninjau makam Sultan Alauddin Riayat Syah atau kakek dari Sultan Iskandar Muda di Gampong Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Baca Juga :  Mengenal Perang Meriam Karbit, Tradisi Kebanggaan Dayah Baro Pidie

“Alhamdulillah, membersihkan dan merawat kompleks pemakaman beliau (Sultan Alauddin Riayat Syah) inilah juga merupakan bentuk kita mencintai sejarah. Jika kita bangga dengan masa lalu kita, sudah seharusnya rekan-rekan ikut membersihkan dan ikut menjaganya agar tetap lestari. Saya tunggu rekan-rekan, bersama kami, kita bersihkan lingkungan ini (makam peninggalan sejarah),” ucapnya. []

Share :

Baca Juga

Advetorial

Kasus COVID-19 di Indonesia Paling Terkendali di Asia

Advetorial

DPMG Banda Aceh Andalkan PKK untuk Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Advetorial

ASN Diajak Mamfaatkan Medsos untuk Mempromosikan Pariwisata Aceh

Advetorial

Manfaatkan Sampah dan Limbah Tunjang Ekonomi Warga Sekitar TPA

Advetorial

UPTD BPSMB Aceh Harapkan Pengusaha Ekspor Menguji Sample Barang di BPSMB Aceh

Advetorial

Khazanah Piasan Nanggroe 2023 Resmi Diluncurkan

Advetorial

Perpustakaan Aceh: Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Pengetahuan

Advetorial

Kepala BPKA: PAD Aceh Mayoritas Berasal Dari Kendaraan Bermotor