Home / Pemerintah

Kamis, 22 Februari 2024 - 17:52 WIB

Kemlu Melalui KBRI Warsawa Memfasilitasi Pemulangan PMI Koma dari Polandia.

mm Redaksi

Jakarta – Pekerja Migran Indonesia (PMI) berusia 49 tahun, berprofesi sebagai spa therapist asal Bali yang mengalami koma setelah menjalani operasi amandel di Polandia pada Februari 2023. Perjalanan pulang dari Polandia menuju Denpasar via Dubai didampingi Tim Medis Kementerian Luar Negeri. Setibanya di Denpasar, Sdr. AL akan dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk diserahterimakan ke putrinya, OSW dan selanjutnya dibawa perawatan RSUP tersebut, Rabu 21 Februari 2024 waktu setempat.

Baca Juga :  Lifter Aceh Nurul Akmal Jadi Penyulut Api di Pembukaan PON Aceh-Sumut 2024

“Kita semua senang dan bersyukur AL dapat dipulangkan ke Indonesia. Semoga perjalanan kembali ke tanah air berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami mendo’akan dan berharap bahwa dengan perawatan penuh kasih dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, Bu AL dapat segera sembuh dan kondisinya bisa pulih kembali seperti sedia kala,” ujar Duta Besar RI untuk Polandia Ibu Anita Luhulima dalam rilisnya.

Sambungnya, Anita Luhulima juga mengatakan Proses pemulangan telah berlangsung dengan lancar atas dukungan kerjasama dan koordinasi intensif mulai dari keberangkatan hingga saat ketibaan di Denpasar melalui otoritas terkait di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar dengan BP3MI Bali, Disnaker ESDM Prov. Bali dan Disperinnaker Kab. Badung.

Baca Juga :  Kapuspenkum Kejagung RI : Mereka Adalah Adhyaksa Belia

“Dalam keterangan yang diperoleh, pihak keluarga AL menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan permasalahan AL hingga dapat dipulangkan ke Indonesia ” Pungkas Duta Besar RI untuk Polandia

Baca Juga :  Menko Polhukam Apresiasi Hasil Kajian Sinkronisasi Regulasi Keamanan Laut

Anita Luhulima juga menyampaikan terkait Proses hukum dugaan malpraktik terhadap RS Bydgoszcz masih berproses sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku di Polandia. Proses pengadilan membutuhkan waktu hingga 1-2 tahun sampai dijatuhkannya vonis.

“Mempertimbangkan permintaan keluarga untuk segera memulangkan AL, maka proses hukum akan dilanjutkan oleh adik AL yang bernama D, yang juga bekerja sebagai PMI di Polandia “. Tutup Anita Luhulima. (fi/rel)

Share :

Baca Juga

Aceh Jaya

Tertibkan Aset Daerah, DPMPKB Aceh Jaya Cek Kendaraan Operasional

Aceh Besar

DWP Aceh Besar Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Regulasi Internal

Advetorial

Kadisdik Aceh Dorong Pengembangan Budaya Industri di SMK Melalui Peningkatan Kapabilitas Kepala Sekolah

Nasional

Presiden Prabowo Berikan 90.000 Hektar di Aceh untuk Konservasi Gajah

Daerah

Parah! Pemko Banda Aceh Anggarkan Rp679 Juta untuk Konten di Medsos IG dan TikTok

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto: Momentum Maulid Akbar untuk Teladani Rasulullah dalam Kepemimpinan  

Aceh Besar

Pj Gubernur Safrizal Dampingi Presiden Jokowi Resmikan 25 Ruas Jalan dan Jembatan di Aceh

Aceh Besar

Satpol PP dan WH Aceh Besar Luncurkan Call Center untuk Pengaduan Masyarakat