Home / Hukrim / Nasional

Selasa, 4 Maret 2025 - 00:05 WIB

Potensi Kerugian Rp 11,7 T, KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Korupsi LPEI

mm Redaksi

Foto : Logo KPK.

Foto : Logo KPK.

Jakarta – KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan penipuan pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Dua tersangka merupakan direktur di LPEI, Senin.

Plh Direktur Penyidikan KPK Budi Sukmo Wibowo menyebut LPEI memberikan kredit kepada 11 debitur. KPK menyatakan potensi kerugian negara dari pemberian kredit kepada 11 debitur itu berjumlah Rp 11,7 triliun.

“Di mana pemberian fasilitas kredit oleh LPEI kepada 11 debitur ini berpotensi menimbulkan kerugian negara, dengan total mencapai Rp 11,7 triliun,” kata Budi Sukmo dalam Rilis yang diterima Kantor Berita NOA.co.id, 3 Maret 2025.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Sita Aset Seninilai Rp700 Miliar

Berikut lima tersangka dalam kasus ini:

1. Dwi Wahyudi selaku Direktur pelaksana I LPEI
2. Arif Setiawan sebagai Direktur Pelaksana 4 LPEI
3. Jimmy Masrin sebagai Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal/Komisaris Utama PT Petro Energy
4. Newin Nugroho sebagai Direktur Utama PT Petro Energy
5. Susy Mira Dewi Sugiarta sebagai Direktur PT Petro Energy.

Baca Juga :  kasus Harun Masiku, KPK Tetapkan Dua Tersangka

Diketahui, Para tersangka belum ditahan karena KPK masih terus melengkapi alat bukti. Budi menyebut kredit tetap diberikan oleh para direktur tersebut meskipun debitur tidak layak.

KPK juga menyebut PT Petro Energy diduga memalsukan dokumen purchase order sehingga pencairan fasilitas tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Selain itu, PT PE mengakali laporan keuangan.

“PT PE melakukan window dressing terhadap laporan keuangan (LK). PT PE mempergunakan fasilitas kredit tidak sesuai dengan tujuan dan peruntukan sebagaimana tertuang dalam perjanjian kredit dengan LPEI,” katanya.

Baca Juga :  KPK Lantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kerugian dalam satu pemberian kredit bermasalah ini, menurut KPK, mencapai USD 60 juta. Jika dikonversi ke rupiah dengan nilai hari ini, kerugiannya sekitar Rp 999 miliar atau hampir Rp 1 triliun.

“Atas pemberian fasilitas kredit oleh LPEI khusus kepada PT PE ini diduga telah menimbulkan kerugian negara sebesar USD 60 juta,” Tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Resmi Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia

Nasional

Mendagri : kemampuan kewirausahaan Penting Dimiliki Kepala Desa  

Hukrim

Tim Rimueng Koetaradja “Unit Reaksi Cepat” Polresta Banda Aceh Tangkap Pelaku Pencurian Uang Tunai

Hukrim

Begini Upaya Polisi Lhokseumawe Mencegah Kenakalan Remaja

Hukrim

YLBH CaKRA Menangkan Gugatan Wanprestasi Terhadap RS PMI Aceh Utara, Majelis Hakim Perintahkan Bayar Utang 2 Miliar

Nasional

Kapolri: Ada 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Hukrim

Polda Aceh akan Segera Tuntaskan Kasus RS Regional Aceh Tengah

Hukrim

Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran 992 Gram Sabu, Satu DPO Kasus Besar Diamankan