Home / Internasional / Peristiwa

Jumat, 20 Juni 2025 - 13:32 WIB

Kemlu RI : 11 WNI di Israel Minta Dievakuasi

mm Redaksi

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

Jakarta – Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengungkapkan KBRI Amman di Yordania telah mendapat permintaan dari 11 WNI yang ada di Israel untuk dievakuasi. Diketahui ada 194 WNI yang berada di Israel.

“Dengan eskalasi yang terjadi saat ini, kami menerima informasi ada 11 warga negara Indonesia yang di Israel yang meminta untuk dievakuasi. Dan untuk itu, KBRI Amman saat ini juga sedang melakukan langkah-langkah persiapan evakuasi,” kata Judha dalam keterangannya, Kamis (19/6).

Baca Juga :  Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI dari Kamboja

Dengan keputusan Menlu Sugiono meningkatkan status perlindungan WNI di Iran dan Israel dari siaga II menjadi siaga I, langkah-langkah evakuasi mulai disiapkan KBRI Teheran dan KBRI Amman.

“Dan saat ini kementerian/lembaga di pusat dan juga KBRI Teheran sedang mempersiapkan langkah-langkah evakuasi. KBRI Teheran dan Kementerian Luar Negeri juga sudah melakukan townhall meeting dengan para WNI untuk menyampaikan update situasi keamanan terakhir dan juga langkah-langkah kontijensi evakuasi yang sedang disiapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peran Masyarakat Dalam Pencegahan TPPO dan TPPM

Judha mengungkapkan, total ada 386 WNI yang tinggal di Iran. KBRI Teheran telah melakukan pendataan WNI yang ingin dievakuasi.

“Dapat kami jelaskan juga bahwa proses evakuasi ini sifatnya voluntary, bukan mandatory,” ujarnya.

Judha kembali mengimbau WNI yang ada di Iran dan Israel untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting, dan mengikuti arahan evakuasi yang disampaikan KBRI Teheran dan KBRI Amman.

Baca Juga :  Ditjen KSDAE melalui Balai KSDA Selamatkan Satwa Owa

“Dan untuk warga negara Indonesia yang memiliki rencana melakukan perjalanan ke Iran, ke Israel, ke Lebanon, ke Suriah dan juga ke Yaman, kami sangat mengimbau agar dapat menunda perjalanan tersebut,” tegasnya.

“Bagi warga negara Indonesia yang memiliki rencana penerbangan melewati wilayah Timur Tengah agar selalu memeriksa jadwal penerbangan ke maskapai masing-masing, antisipasi adanya buka tutup wilayah udara yang dapat mempengaruhi jadwal penerbangan,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Ladang Ganja Seluas 1 Hektare Dimusnahkan di Lamteuba, Aceh Besar

Hukrim

Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Tiga Warga Aceh Korban TPPO di Laos

Internasional

Pemuda sebagai Pembawa Obor Harapan bagi Manusia

Daerah

Nagan Raya ‘Gersang’: Pohon Hias Mati, Citra Kota Ikut Merana!

Nasional

Panglima TNI Hadir Kuatkan Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

Keagamaan

Pemuda Asal Sumatera Utara Ucap Syahadat di Banda Aceh, Baitul Mal Berikan Pendampingan

Daerah

Wujud Solidaritas Kebangsaan, TNI Bersama UAH Care Bangun Harapan Pasca Bencana Aceh

Internasional

Menlu Retno Kunjungi SD di Perbatasan Wutung yang Direnovasi oleh Pemri