Home / Internasional / Peristiwa

Jumat, 27 Juni 2025 - 17:03 WIB

Kemlu RI bersama KBRI Phnom Penh terus kawal penanganan WNI yang meninggal dunia di Kamboja

mm Redaksi

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan nota diplomatik untuk meminta penyelidikan atas kematian seorang warga negara Indonesia asal Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Azwar, yang meninggal dunia di Kamboja, Jumat.

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha menyebutkan, permintaan tersebut disampaikan setelah Kemenlu menerima laporan kematian WNI pada 13 Juni lalu.

“KBRI menerima pemberitahuan dari Kepolisian Kamboja bahwa A ditemukan meninggal dunia akibat jatuh dari gedung. Menyikapi hal ini, KBRI telah menyampaikan nota diplomatik susulan yang meminta penyelidikan atas kematian tersebut secara khusus,” kata Judha dalam keterangan resmi, 27 Juni 2025.

Baca Juga :  KBRI Kuala Lumpur selamatkan WNI Kekerasan Terhadap Pekerja Rumah Tangga

kata Judha, KBRI langsung berkoordinasi dengan otoritas Kepolisian Kamboja sejak menerima pengaduan dari keluarga pada 10 Juni 2025.

Judha menyatakan, secara bersamaan, Direktorat Pelindungan WNI Kemlu bersama BP3MI Sumatera Utara, Disnaker Asahan, dan aparat kecamatan telah mengunjungi keluarga almarhum di Sumatera Utara pada 19 Juni 2025.

Baca Juga :  Longsor Lumajang : Tim Gabungan Kembali Temukan Satu Korban Meninggal Dunia

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan duka cita, sekaligus menjelaskan langkah yang telah diambil pemerintah, serta menyampaikan opsi terkait penanganan jenazah.

“Saat ini, proses investigasi sedang dilakukan otoritas Kamboja untuk mengungkap kejadian terhadap A secara jelas, sekaligus meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan,” ucapnya.

Kemenlu melalui KBRI Phnom Penh, lanjutnya, terus mengawal penanganan kasus Azwar yang meninggal dunia di wilayah Chrey Thum, Kamboja.

Baca Juga :  Imigrasi Gagalkan 6 WNI Diduga Kerja Non-prosedural ke Kamboja

“Kementerian Luar Negeri dan KBRI Phnom Penh akan terus mengawal proses penegakan hukum atas kasus ini,” jelas Judha.

Lebih lanjut, Judha meminta masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jika memutuskan ingin bekerja ke luar negeri, agar memastikan terpenuhinya prosedur sesuai peraturan yang berlaku untuk memastikan pelindungan yang maksimal,” tandasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Timur

Sempat Ditahan Di Thailand,Pemerintah Aceh Timur Jemput Nelayan 

Nasional

Kompolnas Monitor Penanganan Kasus Kematian Brigadir Nurhadi

Daerah

Pemerhati Hukum Pertanyakan Janji Gubernur Aceh Terkait Ukur Ulang HGU

Daerah

Bea Cukai Diminta Optimalkan Penindakan Rokok Ilegal di Aceh Singkil

Daerah

Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Tegaskan Negara Hadir bantu Rakyat

Internasional

Presiden Prabowo Dijadwalkan bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Internasional

Plt. Kadisdik Aceh Terima Delegasi Kedutaan Besar Malaysia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Guru

Daerah

Diduga Salah Satu Kafe di Banda Aceh Jadi Tempat Berkumpul Homoseksual saat Ramadhan